Hj Mitro’atin, Mengisi Hari Libur Dengan Menjadi Da’i Wanita di 2 Lokasi Pengajian

0 118

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Bagi sebagian besar masyarakat, hari libur selalu dimanfaatkan untuk berlibur atau berwisata besama keluarga atau bersama orang-orang terdekatnya. Tapi, bagi Ketua DPRD Bojonegoro Hj Mitro’atin, S.Pd, hari libur nasional tepatnya saat Hari Natal tanggal 25 Desember 2016, justru dimanfaatkan untuk bertemu dengan warganya dengan menyapa melelui sebuah kegiatan pengajian.

Sehari, wanita yang juga menjabat Wakil bendahara Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Bojonegoro itu, didapuk sebagai da’i pada 2 (dua) lokasi pengajian sekaligus. Minggu (25/12/2016), dia harus ngaji di Padangan yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Padangan dan di Kecamatan Kedewan, kegiatan dilaksanakan di Lapangan Dusun Mayang, Desa Hargomulyo.

Di dua lokasi tersebut, politisi Partai Golkar itu, didapuk sebagai ustadzah untuk memberikan tausiyah pada Pengajian rutin Fatayat dan Muslimat NU yang dirangkai dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yakni di Kecamatan Padangan dan Kedewan yang masuk wilayah Kabupaten Kabupaten Bojonegoro.

Dalam tausiyahnya, wanita yang akrab disapa Bu Mit itu mengatakan, bahwa Fatayat dan Muslimat NU sebagai sebuah lembaga perempuan yang berada sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, hendaknya berperan aktif dalam meningkatkan peran perempuan untuk mengisi pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Selain kita bersilaturahmi dan mendengarkan pengajian, kita sebagai perempuan Nahdlatul Ulama hendaknya mampu meningkatkan perempuan dalan turut serta mengisi pembangunan bangsa dan negara Indonesia tercinnta ini. Sebab, jika wanita itu baik maka negara juga akan menjadi baik pula,” tegasnya.

Masih menurut Bu Mit, untuk bisa memiliki peran di sebuah lembaga hendaknya wanita juga menjadi perisai bagi dirinya dan keluarganya. Artinya, wanita adalah seorang ibu yang menjadi pelindung bagi anak-anak dan keluarganya. Maka, jadilah wanita yang baik, maka keluarga akan menjadi baik dan bangsa ini juga akan makin baik.

Dalam memberikan wejangan bagi sebagian besar pengunjung pengajian wanita itu, Bu Mit menyampaikan tentang masih banyaknya kekerasan terhadap perempuan dan anak yang perlu memperoleh perhatian PC Muslimat NU Bojonegoro. Agar Muslimat bisa turut mengambil peran dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Selain itu, Bu Mit juga bicara tentaang berbagai hal yang sedang menimpa atau dialami masyarakat secara luas. Serta berbagai program pemerintah, juga disampaikan saat menjadi pembicara dalam Pengajian rutin Fatayat dan Muslimat NU di Kedewan dan Padangan itu.

Tampak hadir, Forpimka, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, para Kepala desa (kades), serta undangan lainnya. **(Kis/Red).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More