Wabup Bojonegoro Pertanyakan Kegiatan Study Tiru Oleh 19 Camat dan Beberapa OPD. Kenapa?

294

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Wakil Bupati Bojonegoro Drs H Budi Irawanto MPd Pertanyakan Study Tiru Pengembangan Wisata yang diIkuti oleh 19 Camat dan beberapa Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) di Kota Mataram, Nusa Tenggata Barat, yang dilaksanakan, Jum’at hingga Minggu, (11-13/2020).

Pasalnya dalam Study tiru tersebut terjadi beberapa pertanyaan, yakni  kenapa study tiru dilakukan pada Sabtu dan Minggu. Padahal setiap hari sabtu dan minggu Kantor Pemerintahan dalam kondisi tutup.

“Setiap hari Sabtu dan Minggu Kantor Pemerintahan di wilayah Bojonegoro Tutup. Apakah di Kota Mataram berbeda? Mestinya juga tutup. Menurut hemat saya, Study tiru mestinya dilakukan di hari aktif, ” demikian dikatakan Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto, Jum’at (11/12/2020).

Masih menurut Wabup, dirinya menilai bahwa Study tiru yang dilakukan Camat dan beberapa OPD itu salah besar. Pasalnya, untuk wisata di daerah Bojonegoro dengan Kota Mataram sangat berbeda.

Menurut pria asli Bojonegoro itu menambahkan, jika Kota mataram memiliki wisata pantai yang bagus, sementara di Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah yang memiliki pantai.

“Jika memang ingin berwisata boleh saja. Namun, jangan dengan alasan study tiru karena ini dibiayai oleh pemerintah, ” tegas pria yang akrab disapa Mas Wawan itu.

Wabup berharap kepada seluruh Camat dan OPD agar mampu memberikan pelayanan yang maksimal ke masyarakat. Apalagi saat ini masih dalam suasana pandemi Covid 19, sehingga pelayanan dan kesehatan  masyarakat adalah hal utama.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More