Jalan DPU Pohwates dan TPS Pasar Sroyo, Diterjang Banjir Bandang

332

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Jalur Pohwates – Nglinggo – Kedungadem, tepatnya di Jalan DPU Pohwates, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, diterjang banjir bandang, Senin (30/11/2020) sekira pukul 03:30 WIB.

Banjir yang diakibatkan hujan di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya itu, membuat jalan DPU Pohwates sepanjang 200 meter dilintasi banjir hingga membuat kendaraan harus jalan perlahan dan merayap.

Banyak sepeda motor yang macet, akibat air banjir yang melintas antara 30 – 50 cm. Tak hanya jalan saja, namun ratusan hektar persawahan juga tergenang banjir yang berasal dari wlayah selatan, yakni, Kepohbaru dan Kedungadem itu.

Selain itu, Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Sroyo juga disatroni banjir bandang itu. TPS Pasar Sroyo yang bisa dibilang Pasar Darurat itu, berada di Desa Mejuwet Kecamatan Sumberrejo, tepatnya ada di barat jalan DPU Pohwates, juga tak luput dari banjir akibat hujan deras sejak pukul 15:00 WIB  hingga pukul 18:30 WIB itu.

Jalan DPU Pohwates dan TPS Pasar Sroyo, Diterjang Banjir Bandang 1
Jalan DPU Pohwates-Kedungadem yang teremdam akibat banjir bandang, Senin (30/11/2020).

Salah seorang warga Pohwates Bambang Setyawan (45) kepada rakyatnesia.com mengatakan jika banjir yang terjadi sejak Senin pagi hingga pukul 14:30 WIB itu, hanya surut sedikit saja.

“Mudah-mudahan tak ada hujan lagi. Sebab, jika hujan lagi maka air akan semakin bertambah tinggi dan membuat warga tak bisa melintas jalur DPU Pohwates – Kedungadem,” ungkapnya.

Lanjut Bambang, beruntung petani belum menanam padi sehingga tak ada kerugian yang diderita warga Pohwates itu. Banjir tak hanya melanda jalan dan sawah saja, namun juga menerjang TPS (Tempat Penampungan Sementara) Pasar Sroyo.

Jalan DPU Pohwates dan TPS Pasar Sroyo, Diterjang Banjir Bandang 2
Pedagang TPS Pasar Sroyo dipindah ke belakang karena stand depan diterjang banjir bandang, Senin (30/11/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro melalui Kabid Pengelolaan pasar Yudhistira Ardhi Nugraha, saat dikonfirmasi kondisi Pasar Darurat yang dipakai Pasar yang diterjang banjir bandang mengatakan, banjir terjadi di halaman dan bagian depan sehingga dipindahkan ke bagian belakang, karena masih ada tempat penampungan sementara (TPS) yang masih kosong.

“Para pedagang yang stadnya kemasukan banjir, kita sarankan untuk pindah berjualan di belakang karea masih ada space untuk pedagag yang masih kosong,” ungkapnya.

Lanjut Mas Yudhis – demikian, Kabid Pengelolaan pasar Disdag Bojonegoro itu akrab disapa – agar pedagang bisa segera berjualan, para karyawan pasar turut membantu pedagang untuk mengusung daganganya ke TPS yang ada di bagian beakang itu.

“Karena halaman tergenang banjir, maka pedagang dan pembeli jika hendak ke pasar, melewati jalan desa yang ada di selatan TPS Pasar Sroyo, kemudian belok kanan atau ke utara hingga masuk pasar lewat belakang,” kata Mas Yudhis menegaskan.

Di akhir komentarnya, pihaknya berharap mudah-mudahan banjir segera surut sehingga pedagang bisa kembali menempati standnya dan perdagangan di Pasar Daerah (PD) Pasar Sroyo itu, juga bisa berjalan normal seperti sedia kala.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More