Nenek Dari Solokuro Ini Hilang, Dan Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Keadaan Membusuk

185

Berita Lamongan – Temuan Mayat mengagetkan warga Desa Payaman, Kecamatan Solokuo, Kabupaten Lamongan. Mayat yang ditemukan di dasar sungai yang sudah kering itu diketahui bernama Umi Zaenab yang menghilang pergi dari rumah sudah lima hari lamanya.

Saat ditemukan, jasad warga Dusun Sawo RT 003/RW 004, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro itu sudah membusuk dan diperkirakan sudah meninggal beberapa hari sebelumnya.

Penemuan korban pun dilaporkan ke Polsek Solokuro, dan saat ditemukan korban mengenakan pakaian warna coklat, dengan membawa kantong plastik warna merah berisi botol air mineral dan rosokan.

“Sudah, sudah dikenali meski jasadnya sudah melepuh, ” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Iptu Jinanto kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Korban dipastikan adalah warga desa setempat, dan pada Sabtu (6/11/ 2021) pukul 13.00 WIB, korban keluar rumah tanpa tujuan yang pasti. Dan sampai malam, korban belum juga pulang sehingga dua anggota keluarganya, yaitu Aziz dan Ihwanul Musyafa’ melakukan pencarian di sekitar desa.

Baca Juga  Ijin Mancing, Pria Asal Merakurak, Tuban Ditemukan Tewas Di Kolam Area PT Semen Indonesia

Namun karena pencarian tidak juga membuahkan hasil, pihak keluarga berinisiatif memposting foto korban ke media sosial, namun tidak juga ada ada kabar. Lantas pihak keluarga melakukan pencarian lagi dengan menyisirsungai yang tidak jauh dari Desa Payaman.

“Ketika melintas di jalur sungai itu, kedua saksi keluarga menghirup bau tak sedap, seperti bau bangkai,” tutur seorang warga.

Baca Juga  nekat Dan tak Hati Hati Terobos Jalan KA Di Sukodadi, 1 Pelajar Meninggal, 1 Alami Patah Tulang

Karena penasaran, keduanya kemudian mencari tahu asal bau tak sedap itu. Ternyata setelah didekati, bau itu berasal dari jasad korban di dasar sungai sedalam 4 meter yang sudah mengering. Tidak diketahui apakah korban terpeleset lalu jatuh ke dasar sungai kering itu, atau sebab lain.

Tetapi menurut polisi, saat ditemukan tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. “Penjelasan pihak keluarga, bahwa korban sudah pikun, ” kata Jinanto. (sumber:surya.co.id)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More