Jembatan Darurat Proyek BKD Desa Panjang, Kedungadem, Hanyut dan Hilang Terbawa Arus Sungai. Warga Dusun Tlawah Terisolasi Selama 2 Hari

5

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Pembangunan Jembatan BKD (Bantuan Keuangan Desa) untuk Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tahun 2019 yang disilpakan atau dikerjakan di tahun 2020 itu, hingga kini belum berhasil diselesaikan.

Jembatan yang melintasi sungai sebagai penghubung Desa Panjang (Krajan) dengan Dusun Tlawah, yang berukuran 18 x 4 meter itu, dibangun dengan sistem swakelola dengan menelan dana sebesar 1,3 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun anggaran 2019.

Jembatan tersebut menjadi satu-satunya jalan keluar dan masuk ke Dusun Tlawah, turut Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem. Sehingga, jika jembatan itu tak kunjung jadi warga merasa resah sebab air sungai sudah mulai meninggi alias banjir.

Jembatan darurat yang dibuat dengan bambu itu, akhirnya hanyut dan hilang terbawa arus sungai Minggu (1/11/2020) malam. Sehingga, membuat warga Dusun Tlawah terisolasi dan tak bisa keluar – masuk ke dusun tersebut.

Jembatan Darurat Proyek BKD Desa Panjang, Kedungadem, Hanyut dan Hilang Terbawa Arus Sungai. Warga Dusun Tlawah Terisolasi Selama 2 Hari 1
Pembangunan Jembatan BKD Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, sudah pada tahapan pemasangan besi kerangka plat beton, Rabu (4/11/2020).

“Saat jembatan darurat hanyut dan hilang terbawa arus air sungai, warga sini (Dusun Tlawah) tak bisa kemana-mana. Mau belanja sayur mayur dan ikan serta kebutuhan dapur tak bisa karena pedagang tak bisa masuk akibat jembatanya darurat hanyut dan hilang terbawa derasnya air sungai,” ungkap salah seorang warga Desa Tlawah, yang tak mau dsebutkan namanya, Minggu (1/11/2020) lalu.

Seorang warga Dusun Tlawah yang dihubungi melalui Whatshapp (WA)nya membenarkan, jika warga Dusun Tlawah betul-betul terisolasi atas hilangnya jembatan darurat yang menjadi jembatan pengganti atau jembatan sementara karena jembatanya sedang dibangun itu.

“Warga tak bisa keluar sehingga mereka yang kerja di luar ya harus izin tak bisa masuk kerja. Roda perekonomian lumpuh total, hingga masyarakat tak bisa kemana-mana dan tak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa berdo’a saja,” ungkapnya.

Dengan kondisi yang serba sulit, kemudian masyarakat bahu-membahu dan bekerjasama untuk berbondong-bondong membuat jembatan darurat yang baru. Agar jembatan darurat tersebut tak hilang lagi, masyarakat menggunakan besi jlurung jembatan lama yang dipakai untuk jembatan darurat itu.

Ditambahkan, pembuatan jembatan darurat baru bisa diselesaikan selama 2 hari yakni, Senin tanggal 2 hingga Selasa tanggal 3 November 2020. Hari Rabu tanggal 4 November 2020, pagi, jembatan darurat baru bisa dilewati.

Kepala Desa Panjang Hari Hartono, kepada rakyatnesia.com membenarkan jika jembatan darurat yang lama itu hanyut terseret aliran sungai hingga membuat warga Dusun Tlawah terisolasi.

“Berkat kerjasama dan gotong-royong masyarakat, jembatan darurat yang baru sudah jadi dan bisa dilintasi sejak hari ini jam 8 pagi tadi,” ungkap Kades Panjang Hari Hartono, Rabu (4/11/2020).

Lanjut Kades Panjang, untuk tahapan pembangunan Jembatan BKD Desa Panjang, sudah mulai pasang besi alias jlurung, untuk lantai jembatan.

Seperti yang disampaikan beberapa waktu lalu, Kades Panjang Hari Hartono mentargetkan jika pembangunan jembatan BKD di desanya tu, bakal diselesaikan akhir Bulan November ini.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More