Alasan Kronologi Saddil Ramdani Persela Ditangkap Polisi

0 212

Liga 1 – Alasan Kronologi Saddil Ramdani Persela Ditangkap Polisi, Pemain Muda Persela Lamongan Saddil Ramdani Dikabarkan harus berurusan dengan Polisi karena melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya yang bernama Anugerah Sekar Rukmi, merupakan warga Desa Mlaras, Kec Sumobito, Jombang.

Atas kejadian tersebut, Saddil pun memenuhi panggilan pihak kepolisian pada Jumat (2/11) siang. Ia menyatakan siap mengikuti prosedur yang ditentukan oleh hukum.

“Saya akan mengikuti proses hukum dengan baik, dan saya akan mengikuti apapun itu,” ujar Saddil, usai pemeriksaan.

Ia lantas menjelaskan, jika kejadian tersebut spontan dilakukan, dengan ia sempat mencakar wajah korban, lantaran korban tidak rela diputus oleh Saddil.

Baca juga :  Alasan Keamanan, Kick Off Persebaya Kontra Persija Akhirnya Dimajukan

“Kemarin sih nggak ada apa-apa cuma saya dibikin ribut di asrama. Saya sendiri kurang fokus, karena kecapekan dan takut meresahkan warga. Jadi saya spontan juga,” ungkapnya.

Saddil Ramdani Persela Ditangkap Polisi

Saddil Ramdani Persela Ditangkap Polisi

“Saya kemarin sudah ada upaya perdamaian untuk kasus ini, tetapi ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Saya sih sudah lama misah (putus) dengan dia, tapi dia belum terima. Kena cakar sekali dan berdarah,” jelasnya.

Saddil mengakui, cukup menyesali perbuatannya yang bisa berdampak pada proses hukum.

“Ini pelajaran berharga buat saya, karena saya tidak menginginkan kasus ini terjadi. Jadi saya siap menjalankan semuanya, saya sudah ada itikad damai dan memanggil keluarga juga ingin berdamai, tetapi keluarga dia enggak mau. Jadi saya ikhlas dan saya sebagai laki-laki mengakui kesalahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, apa yang dialami Saddil merupakan kasus penganiayaan yang bersumber dari percintaan anak muda.

Menurutnya, Saddil bisa terjerat pasal 351 ayat 1 dengan ancaman dua tahun delapan bulan, atau 352 KUHP dengan ancaman penjara sembilan bulan. Pemain tim nasional Indonesia U-19 dan U-23 tersebut pun kini sudah ditahan pihak Kepolisian.

“Ditahan sampai dilimpahkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum). Kecuali keluarga mengajukan hak untuk meminta penangguhan,” ujar Norman.

“Untuk prosesnya kami lakukan sesuai dengan prosedur karena ada pelapor, korban, dan terlapor. Makanya kami periksa saksi-saksi dan kami cukupi alat buktinya,” jelasnya.

Baca juga :  Saddil Ramdani Tak Bisa Main dengan Persela ketika Lawan PSM Makassar, Ada Apa

Dengan adanya kasus ini, Saddil pun terancam dicoret dari skuat timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018. Kabarnya, pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti, juga sudah menyiapkan pemain yang akan menggantikan slot Saddil.

Kasus Saddil Ramdani Ditangkap Polisi,  Persela Upayakan Damai

Terkait kasus hukum yang tengah menimpa Saddil Ramdani, pihak kepolisian mengakui bahwa sudah ada upaya dari manajemen Persela Lamongan untuk meminta penangguhan atas perkara yang dialami pemainnya.

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung mengakui, upaya permintaan penangguhan tersebut sudah coba dilakukan oleh perwakilan dari manajemen tim Laskar Joko Tingkir. “Kalau yang saya tahu, sudah ada upaya dari manajemen ( Persela) untuk meminta izin penangguhan,” ujar Feby saat ditemui selepas acara di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Jumat (2/11/2018).

Ia juga menjelaskan, proses penangguhan terkait masalah yang dialami Saddil masih cukup memungkinkan, meski Feby menyerahkan proses sepenuhnya pada hukum yang berlaku.

“Coba nanti penyidik seperti apa. Mungkin kalau tersangka memenuhi tiga poin, berjanji tidak mengulangi, tidak melarikan diri, dan tidak menghilangkan barang bukti, mungkin penyidik bisa melakukan penangguhan,” ucap dia.

Terlebih lagi, kata Feby, dia juga mengetahui bahwa pihak keluarga korban sudah berkenan untuk melakukan mediasi dan menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. “Sepertinya orangtua korban juga sudah mau diajak mediasi, tetapi untuk pastinya kita tunggu saja,” kata dia.

 

Saddil Ramdani Persela Ditangkap Polisi

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More