Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah: Bersama Santri Damailah Negeri

0 174

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Hari Santri Nasional Ke-4 Tahun 2018, diperingati juga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Senin (22/10/2018) pagi.

Bertindak sebagai inspektur upacara DR Hj Anna Mu’awanah, yang menyampaikan amanat Menteri Agama RI yang mengambil thema “bersama santri damailah negeri”.

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah mengatakan bahwa ditetapkannya hari santri merupakan babak baru dalam sejarah umat Islam Indonesia. Sehingga, mulai hari itu ummat Islam dengan suka cita memperingati hari santri yang merupakan wujud relasi harmoni antara pemerintah dan umat Islam, khususnya bagi kalangan santri tersebut.

Berkaca pada sejarah, Hari Santri itu merujuk pada keluarnya resolusi jihad pada 22 oktober 1945 silam, yang memantik terjadinya peristiwa heroik 10 nopember 1945 di Surabaya yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan tersebut.

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah: Bersama Santri Damailah Negeri 1
Tampak, peserta upacara Hari Santri Nasional Ke-4 Tahun 2018, yang digelar di Alun-alun Kota Bojonegoro, Jawa timur, Senin (22/10/2018) pagi.

“Resolusi jihad adalah seruan ulama santri yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela kedaulatan tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Pada kenyataannya, resolusi jihad itu telah melebur sekat-sekat antara kelompok agamis, nasionalis, sosialis dan seterusnya, di kalangan bangsa Indonesia yang beragam latar belakang.

Resolusi jihad telah menyeimbangkan spiritualis individu yang bersifat vertikal (hablun minallah) dengan kepentingan bersama yang bersifat horizontal (hablun minannas) melalui fatwa ulama yang menundukkan nasionalisme sebagai bagian dari sikap religius.

Hari santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai ‘pionir perdamaian’ yang berorientasi pada spirit moderasi islam di indonesia. Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan komitmen cinta tanah air.

Bu Anna menambahkan, diharapkan para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup damai serta menekan lahirnya konflik ditengah-tengah keragaman masyarakat.

“Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun,” tegasnya.

Tampak, hadir dalam upacara tersebut, Wakil bupati Bojonegoro Drs Budi Irawanto,M.Pd, Forpimda Kabupaten Bojonegoro serta para kyai dan juga perwakilan dari Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Bojonegoro itu.

**(Kis/Red).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More