Sejarah Singkat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018, Para Santri Yo baca

0 731

Nasional – Sejarah Singkat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018, Para Santri Yo baca, Setiap tanggal 22 Oktober di Indonesia diperingati hari bersejarah untuk para santri, yakni Hari Santri Nasional. Nah buat kamu nih kali aja ada yang belum tahu ada sejarah apa sih dibalik tanggal tersebut sampai diperingati sebagai hari santri Nasional. Kamu haru baca nih sejarah singkatnya, apalagi kamu juga salah satu orang yang pernah nyantri.

Hari Santri merupakan sebuah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan kaum santri dalam perjuangannya melawan penajajah yang bertepatan dengan resolusi jihad dari Mbah KH. Hasyim pada tanggal 22 Oktober.

Itulah alasan yang mendasari kenapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober, yang sebelumnya Presiden Jokowi berpendapat pada tanggal 1 Muharram.

Sejarah membuktikan, para santri bersama dengan pejuang lainnya mempunyai peran yang sangat penting dalam merebut kembali kedaulatan negara republik Indonesia dari penjajah bangsa asing.

Presiden Jokowi juga pernah mengamini peran historis dari kaum santri. Mereka yang ikut berjuang dan mempunyai peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, antara lain KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdatul Ulama, KH. Ahmad Dalan dari Muhammadiyah, A. Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al Irsyad, dan Abdul Rahman dari Matlaul Anwar.

Belum lagi para perwira atau prajurit Pembela Tanah Air yang ternyata banyak berasal dari kalangan santri. Sehingga perjuangan para santri harus diperingatkan menjadi salah satu Hari Besar di Indonesia.

Sejarah Singkat Hari Santri Nasional 22 Oktober

Sejarah Singkat Hari Santri Nasional 22 Oktober

Ada beberapa alasan pemerintah menjadikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Presiden Jokowi menjelaskan besarnya peran santri untuk bangsa Indonesia. Para tokoh-tokoh besar yang mempunyai andil itulah yang membuat pemerintah menilai dan mempertimbangkan Hari Santri Nasional sangat penting ditetapkan.

Hal tersebut sangat berkaitan erat dengan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia yang membawa bangsa Indonesia mendapatkan kemerdekaan dari para penjajah berkat perjuangan para santri dan campur tangan Tuhan Yang Maha Esa.

Resolusi jihad yang diceruskan oleh pendiri NU yaitu KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober pada tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah dan mengahalangi kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatas namakan NICA.

Baca juga :  Warga di Wilayah Kecamatan Trucuk, Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2017

KH. Hasyim Asy’ari sebagai tokoh besar pendiri Nahdatul Ulama menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap orang”

Seruan jihad itulah yang di kobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari untuk membakar ssemangat para santri Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Jenderal Mallaby tewas dalam pertempuran yang berlangsung tiga hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 27, 28, 29 Oktober 1945. Ia tewas bersama dengan pasukannya yang kurang lebih sebanyak 2.000 pasukan.

Hal tersebut yang membuat marah angkatan perang Inggris, hingga berujung pada , peristiwa 10 November 1945 yang merupakan Hari Pahlawan.

Kemerdekaan Indonesia memang tidak lepas dari perjuangan kaum santri dan kaum ulama. Itulah kenapa tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Selamat Hari Santri Nasional. Semoga apa yang menjadi harapan diperingati Hari Santri Nasional ini dapat dilakukan dengan baik demi terciptanya negara yang maju.

Makna Dari Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober mempunyai makna yang begitu dalam bagi kalangan santri sendiri.

Dalam sejarah, peran mereka dalam memperjuangkan bangsa ini dari penjajah sudah tidak diragukan lagi. Mereka ikut berjuang dan mengorbankan nyawanya demi untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Sekarang ini, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015 lalu oleh Bapak Presiden Jokowi. Hari itu merupakan sebuah hari yang membangun semangat santri untuk lebih memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia untuk kedepannya.

makna hari santri nasional

Karena mengingat sejarah itu sangat penting sekali. Dari sejarah kita akan mendapatkan ilmu dan wawasan yang begitu luas. Ingatan sejarah akan memberikan bekal ilmu pada zaman yang modern ini.

Tujuannya apa ? Agar kita selalu bermuhasabah diri, memperbaiki kualitas pribadi demi kemajuan bangsa Indonesia untuk kedepannya.

Peringatan Hari Santri Nasional di Bojonegoro

 

Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober, yang dimulai sejak tanggal 22 Oktober 2015 silam. Hari Santri terus diperingati setiap tahunnya, termasuk dengan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2017, yang digelar Minggu tanggal 22 Oktober 2017, di halaman Kantor Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Kegiatan hari santri di wilayah Kecamatan Trucuk digelar dengan upacara dengan inspektur upacara Sunjani yang sehari-harinya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bojonegoro. Upacara diikuti Camat Trucuk Waji, Kapolsek Trucuk AKP Singgih Sujianto, Danramil Kapten Inf M. Suko Maulana, tokoh masyarakat dan tokoh agama Se-Kecamatan Trucuk, Para santri dari sekolah-sekolah dan pesantren yang ada di wilayah Kecamatan Trucuk serta undangan lainnya.

Baca juga :  Orasi Jihad Hari Santri Nasional 2016, di Halaman Kantor PCNU Bojonegoro

Dalam kata sambutanya Sunjani mengatakan, agar para santri yang berada di wilayah Kecamatan Trucuk itu, tetap menjalin persatuan dan kesatuan, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta menjunjung tinggi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejarah perjuangan para tokoh ulama dan santri pada masa perjuangan dalam mempertahankan NKRI, memiliki peran yang sangat besar, salah satu contoh, peristiwa penjajahan dulu. Dimana, di jaman sekarang para santri dalam mengisi kemerdekaan harus berperan aktif di segala bidang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga ke tingkat pusat.

“Santri harus bermanfaat bagi masyarakat banyak dengan tetap berjalan pada rielnya, teladani Rasululloh SAW dan mengikuti fatwa ulama sehingga santri juga berperan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia,” tegas Sunjani yang juga Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Minggu (22/10/2017).

Kegiatan upacara berlangsung lancar dan khidmad. Sehingga Peringatan Hari Santri Nasional di Trucuk berjalan sukses dengan pengamanan yang dilaksanakan oleh Jajaran Polsek Trucuk, yang dibantu personil Koramil Trucuk dan Satpol PP Kecamatan Trucuk, serta Linmas setempat.

Salah seorang anggota DPRD Bojonegoro yang berasal dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Imrotul Khoiriyah kepada rakyatnesia.com mengatakan bahwa Hari Santri Nasional telah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo 22 Oktober 2017 silam.

“Peran serta kaum santri sangat besar pada perang kemerdekaan RI. Sehingga, pemrintah memberikan penghargaan itu, dengan menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional. Dimana, Hari Santri Nasional itu merujuk pada fatwa resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Rais Akbar Nadhlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Asy’ari untuk melawan penjajahan, tepatnya pada tanggal 22 Oktober 1945,” ungkap wanita yang akrab disapa Mbak Ima, serius.

Masih menurut Mbak Ima, sejak tahun 2015 silam Hari Santri Nasional diperingati. Dengan demikian diharapkan peran santri di alam kemerdekaan ini tetap mampu berkiprah untuk mengisi kemerdekaan dengan ikut membangun Indonesia tercinta, termasuk membangun Kabupaten Bojonegoro dan juga wilayah Kecamatan Trucuk ini.

Di KOta Bojonegoro sendiri kurang lebih akan melibatkan 15 ribu orang kala memperingati HSN. dengan upacara menggunakan sarung. Kata Kasi Pontren, Kemenag Bojonegoro, M Abdulloh Hafidz.

Hari Santri Nasional di Lamongan

hari santri lamongan

DI Lamongan ada cara unik dilakukan GP Ansor dari Turi Lamongan untuk memperingati Hari Santri Nasional, salah satunya adalah melakukan napak tilas dan juga ziaran ke makam leluhur.

Miftach Alamudin, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Turi mengatakan, napak tilas ini terinspirasi oleh semangat para masyayikh NU dalam menyebarkan Islam dan ajaran Aswaja di Kabupaten Lamongan, khususnya wilayah kecamatan Turi.

“Momentum Hari Santri Nasional tahun ini, kita manfaatkan sebagai agenda uri-uri sejarah leluhur dan pendakwah Islam di Turi,” ujar Miftach Alamudin, Sabtu, (20/10/2018).

Menurut Udin, sapaan akrabnya, perjuangan leluhur dalam menyebarkan Islam, dapat menjadi tauladan bagi generasi muda, meski berada pada tantangan zaman yang berbeda.

“Saat ini perjuangan kita tidak hanya lagi mendakwahkan Islam agar penganutnya bertambah, tapi lebih dari itu, kita juga dihadapkan pada tantangan mempertahankan Islam dari paham-paham radikal yang cenderung Intoleran,” tuturnya.

Udin menambahkan, napak tilas sekaligus ziarah ke makam leluhur menjelang Hari Santri Nasional, para kader GP Ansor Turi, menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer, dimulai dari makam Raden Syahid di Desa Gedongboyountung, dan berakhir di makam Mbah Mantri, di Desa Badurame.

 

Sejarah Singkat Hari Santri Nasional 22 Oktober

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More