Bupati Bojonegoro Bersama BPN Jatim, Launching Gemara Sang Tatas Puldatis

0 175

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah bersama Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Wilayah Jawa Timur Hery Santoso, menanda tangani MoU (Memorandum of Understanding), di Balai desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Rabu (17/10/2018).

MoU atau Nota Kesepahaman yang ditanda tangani tersebut terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Kegiatan tersebut dikemas dalam acara Launching Gemara Sang Tatas Puldatis (Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas dan Pengumpulan Data Yuridis), di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini.

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah dalam kata sambutanya mengatakan, dirinya sangat mendukung program PTSL yang dilaksanakan oleh BPN Bojonegoro tahun 2019 mendatang.

“Dengan adanya Program PTSL tersebut maka seluruh tanah milik warga di wilayah Bojonegoro agar segera bisa bersertifikat. Dengan telah dimilikinya sertifikat tersebut, maka harga tanah akan menjadi naik,” ungkap wanita yang akrab disapa Bu Anna itu, Rabu (17/10/2018).

Bupati Bojonegoro Bersama BPN Jatim, Launching Gemara Sang Tatas Puldatis 1
Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah bersama Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Wilayah Jawa Timur Hery Santoso, saat Launching Gemara Sang Tatas Puldatis (Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas dan Pengumpulan Data Yuridis), di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (17/10/2018).

Masih menurut Politisi PKB itu menambahkan, dengan naiknya harga tanah maka hal itu akan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat Bojonegoro akan makin sejahtera.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional, Provinsi Jawa timur, Hery Santoso, mengatakan bahwa kehadiranya di Bojonegoro ini, bertujuan untuk menanda tangani MoU sekaligus Launcing Gemara Sang Tatas Puldatis (Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas dan Pengumpulan Data Yuridis), di Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur ini.

Gerakan itu dilakukan seiring dengan dilaksanakannya Gerakan pendataan tanah dalam rangja persiapan PTSL (Pendaftran Tanah Sistematis Lengkap) tahun 2019 mendatang.

Lebih lanjut dikatakan Hery Santosa, gerakan ini sangat luar biasa, karena di Jawa timur, baru ada di Kabupaten Bojonegoro. Yang melakukan Gerakan masyarakat pemasangan tanda batas dan pengumpulan data yuridis, dengan dukungan kepala desa (Kades) dan masyarakat yang sangat kompak.

“Ke depan, Insya Allah program PTSL 2019, rencana kita akan menambah 80.000 bidang tanah bisa tercapai,” kata Kepala BPN Jatim Hery Santoso itu.

Perlu diketahui, Program PTSL yang diperuntukkan untuk warga yang kurang mampu di wilayah Kabupaten tahun 2018 ini, mendapat alokasi PTSL sebanyak 65.000 bidang tanah. Di tahun 2017 silam, ada 27.000 bidang tanah yang disertifikatkan melalui PTSL.

Turut hadir, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si, Ketua DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto, serta undangan lainga

**(Kis/Red).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More