Rembug Budaya HJB Ke-339, di Suku Samin Margomulyo

0 166

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Rangkaian Memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) Ke-339 Tahun 2016, Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) kabupaten Bojonegoro, yang dipimpin Bupati Bojonegoro Suyoto itu, menghadiri Rembug Budaya di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (14/10/2016) malam.

Kang Yoto – demikian, panggilan akrab Bupati Bojonegoro Suyoto-, didampingi Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Suabgyo dan rombongan lainnya, hadir di acara yang bertempat di Kediaman Tokoh Suku Samin Mbah Hardjo Kardi yang ada di Dusun Jepang itu.

Dalam kesempatan tersebut, Forpimda Bojonegoro beserta rombongan disambut Tokoh Suku Samin Margomulyo yaitu Mbah Hadjo Kardi bersama 37 komunitas Suku Samin Sedulur sikep. Serta para undangan lainnya.

Pagelaran wayang semalam suntuk untuk memeriahkan Rembug Budaya HJB Ke339 Tahun 2016, di halaman rumah Tokoh Samin Mbah Hardjo Kardi yang berada di Dusun Jepang, Desa margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegorom Jawa Timur, Jum'at (14/10/2016).
Pagelaran wayang semalam suntuk untuk memeriahkan Rembug Budaya HJB Ke339 Tahun 2016, di halaman rumah Tokoh Samin Mbah Hardjo Kardi yang berada di Dusun Jepang, Desa margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegorom Jawa Timur, Jum’at (14/10/2016).

Bupati Bojonegoro dalam rembug budaya itu membedah sejarah Suku Samin yang bermukim di Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. Dimana, Suku Samin itu merupakan warga asli Bojonegoro, yang saat ini tersebar di wilayah Kecamatan Margomulyo dan terbanyak tinggal di Dusun Jepang ini.

“Suku Samin merupakan keturunan dari tokoh Samin yaitu Samin Surosentiko. Beliau merupakan pejuang melawan penjajahan Kolonial belanda kala itu. Mbah Samin Surosentiko mengajarkan ilmu kejujuran dan kebenaran terhadap keturunannya atau anak cucunya. Seperti halnya dengan ajaran, agar orang hidup itu mengerti apa sejatinya hidup itu. ‘Wong urip iku kudhu ngerti opo kuwi sejatine urip, mergo urip kuwi mung butuh mangan, tapi yo kudu guyub rukun lan ora oleh denki karo liyan’,” demikian sekilas, ungkapan Kang Yoto dalam Rembug Budaya, Jum’at (14/10/2016) malam.

Warga yang Suku Samin yang hadir, diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi alias uneg-unegnya di acara Rembug Budaya itu. Tentang, apa saja yang menjadi kendala, dengan keberadaan Suku Samin yang saat ini bermukim di Dusun Jepang itu.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro yang turut hadir di acara Rembug Budaya itu, menyampaikan kekagumanya atas keberadaan Suku Samin yang sejarah dan keberadaanya masih di lestarikan hingga saat ini.

“Ternyata di Kabupaten Bojonegoro ini, keberadaan Suku Samin sejarah dan budayanya masih dilestarikan dan tak punah seirirng dengan perkembangan jaman. Wong Samin masih berpegang teguh terhadap pendirian serta budaya yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Semoga masyarakat Samin bisa mempertahankan budaya yang masih dipegang teguhnya itu,” tegas Wahyu SB.

Acara rembug Budaya tersebut dilaksanakan dalam rangakaian Memperingati HJB Ke-339 di Suku Samin yang dimulai pukul 21.00 wib dan berakir pukul 23.00 wib. acara kemudian, dilanjutkan dengan Pagelaran wayang kulit semalam suntuk, guna menghibur warga setempat juga warga sekitarnya. **(Kis/Luh).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More