BPBD Bojonegoro Himbau Warganya, Mewaspadai Adanya Peralihan Cuaca Yang Ekstrem

395

BERITA BOJONEGORO (RAKYATNESIA) – Akhir-akhir ini, cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Juka siang hari panas terik yang luar biasa menyengat, sore harinya angin kencang melanda. Suasana ini, perlu diwaspadai oleh warga di wilayah Bumi Angling Dharma ini..

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ardhian Orianto saat dimintai komentarnya terhadap cuaca yang terjadi di wilayahnya itu mengatakan, berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda Surabaya, prospek cuaca seminggu ke depan periode 11 Oktober hingga 17 Oktober 2021 masuk pancaroba.

“Cuaca saat ini merupakan masa peralihan kemarau ke musim hujan. Untuk puncak penghujan diprakirakan nanti pada Januari 2022 mendatang. Sedangkan saat ini masih dalam masa peralihan,” demikian dikatakan Kalak BPBD Bojonegoro Andhian Orianto kepada para awak media, Rabu (13/10/2021).

Ardhian menjelaskan, prospek cuaca selama seminggu ke depan di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini, perlu diwaspai.

“Hendaknya, masyarakat tetap waspada terhadap kejadian cuaca ekstrem dengan memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG serta mengikuti himbauan atas prakiraan yang ada,” ungkap pria yang sebelumnya menjabat Camat Kedewan ini.

Baca Juga  Polsek Tambakrejo Bantu Pasang Panel Listrik Surya, di Rumah Mbah Sarmin di Kedungsumber, Tambakrejo

Masih mneurut Mas Ardian – demikian, Kalak BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto, akrab disapa – warga hendanya menjaga kondisi kesehatan terhadap perubahan kondisi cuaca saat masa pancaroba.

Ditambahkan, untuk suhu udara berkisar antara 11 hingga 36 derajat celcius. Dengan dominan cerah dan berpotensi hujan ringan hingga lebat disertai petir di beberapa wilayah.

Baca Juga  Kapolres Bojonegoro Serahkan Penghargaan Kepada 2 Pendekar Pencak Silat

Sementara itu, berdasarkan edaran dari BMKG Kelas III Tuban, prakiraan awal musim hujan untuk Kabupaten Bojonegoro pada Oktober minggu ke dua, ketiga dan November minggu pertama.

Pada masa transisi/peralihan hingga awal musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir bandang, longsor, sedimentasi waduk dan perlunya kesiapan inspeksi struktur bangunan dan jaringan.

Sedangkan, puncak musim hujan di Januari 2022 perlu diwaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan cuaca ekstrem.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More