Cukup Menarik, Diskusi Budaya Antara Bupati Bojonegoro dengan DKB

0 353

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Bupati Bojonegoro DR Hj Mu’awanah berkenan menerima Pengurus Dewan Kebudayaan Bojonegoro (DKB) Kabupaten Bojonegoro Periode 2014 – 2019, di rumah dinas (Rumdin) bupati, yang berada di Lingkup Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Sabtu (13/10/2018).

Ketua DKB M. Chuzaeni dalam kata sambutanya mengatakan bahwa DKB menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Bojonegoro yang telah berkenan mengundang DKB untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan orang nomor satu di Bumi Angling Dharma itu.

Dalam kesempatan itu, M. Chuzaeni memperkenalkan diri sebagai Ketua DKB Periode 2014 – 2019, dan memperkenalkan satu persatu pengurus DKB yang memenuhi Rumdin sore itu.

“Bupati Bojonegoro dan semua Forpimda masuk sebagai Dewan Pengarah DKB. Sehingga, kami berharap agar Ibu Bupati memberikan dukungan terhadap DKB sehingga Pengurus DKB juga akan menyatukan visi misi Bupati Bojonegoro dalam meningkatkan kegiatan kebudayaan di Bojonegoro agar lebih baik lagi,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Zen itu.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah mengatakan, bahwa dirinya menyambut baik kehadiran DKB di rumdin untuk audensi dan bersilaturahmi, guna memperkenalkan diri, sekaligus mendukung program budaya di era Pemerintahan Anna – Wawan itu.

“Bojonegoro dengan energi baru semangat baru untuk membangun daerah dengan mengangkat budaya lokal. Dimana, budaya adalah modal utama untuk membangun Bojonegoro ke depan agar lebih baik,” ungkap wanita yang akrab disapa Bu Anna itu, Sabtu (13/10/2018).

Cukup Menarik, Diskusi Budaya Antara Bupati Bojonegoro dengan DKB 1
Burhanudin saat menyampaikan usulannya di di audensi dengan Pengurus Dewan Kebudayaan Bojonegoro (DKB) dengan Bupati Bojonegoro yang digelar di rumah dinas (Rumdin) bupati, di Lingkup Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Sabtu (13/10/2018).

Bu Anna yang didampingi suaminya H Ali Dufa itu menambahkan, dalam setahun dirinya akan mengadakan festival 60 hingga 75 even dalam setiap tahunnya. Perlu mendata semua budaya yang ada di wilayah Bojonegoro, termasuk karya seni dan budaya di Bumi Angling Dharma itu.

“Salah satu even yang perlu digelar adalah Pameran Pusaka Nusantara yang digelar di Obyek Wisata Khayangan Api yang berada di Sendangharjo, Ngasem itu. Hal itu, sesuai dengan sejarah Mpu Supo yang dikenal sebagai pengrajin pusaka di jamannya,” kata Politisi PKB itu menegaskan.

Tak hanya membuat festival saja, akan tetapi budayawan Bojonegoro harus terus menggali sejarah Khayangan api, Mpu Supo serta kaitanya dengan kerajaan Majapahit. Dengan begitu, budaya akan menunjukkan jati diri Bojonegoro ini.

Bu Anna juga memberikan kesempatan kepada pengurus DKB untuk memberikan usul, saran dan masukan tentang budaya Bojonegoro. Dengan moderator Kepala Dinas Pariwisata Amir Syahid, tampil 3 (tiga) orang yakni, Burhanudin, Suyanto dan Kunto Prasetyo.

Ketiganya, menyampaikan upaya para budayawan Bojonegoro dalam menggali budaya Bojonegoro kaitanya dengan Kerajaan Majapahit hingga Grebeg berkah Hari Jadi Boonegoro (HJB) yang mengikuti Kerajaan Yogyakarta sebab Bojonegoro pernah menjadi sebuah Kadipaten yang berada di bawah Keraton Yogyakarta.

“Bojonegoro itu pernah berada di Keraton Yogyakarta, hal itu dibuktikan saat ada peresmian Waduk Pacal itu, yang meresmikanya itu adalah Sri Sultan Hamengkubuwono. Ini menunjukkan bahwa Bojonegoro pernah berada di Kerajaan Yogyakarta, makanya Grebeg berkah mengikuti tradisi Ngayogyakarta Hadiningrat,” ungkap budayawan Bojonegoro yang sehari-hari sebagai ASN di Lingkup Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) itu, serius.

Tampak hadir, Pj Sekda Bojonegoro Yayan Rahman, Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Djoko Lukito, Kepala Dinas Kominfo Kusnandaka, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Amir Syahid.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More