Jalan Poros Kecamatan dari Perempatan Mbaru hingga Sonorejo, Rusak Berat dan Berlubang

0 162

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Jalan poros kecamatan antara Banjarejo Kecamatan Padangan – Bakalan Kecamatan Tambakrejo kondisinya belang-belang. Pasalnya, jalan poros kecamatan dengan panjang sekitar 13 kilo meter itu, separonya rusak berat, sepertinganya rusak ringan dan sepertiganya lagi masih cukup bagus.

Jalan dari Banjarejo atau yang biasa disebut Perempatan Mbaru itu ke arah selatan hingga Desa Ngradin, Desa Sonorejo yang masuk wilayah Kecamatan Padangan hingga Desa Donan Kecamatan Purwosari kondisinya rusak berat. Kerusakan jalan yang ada di Banjarejo hingga Ngradin dan Sonorejo itu, hanya diurug dengan peddel dan ada yang sudah dipasang batu tapi tak di aspal sehingga batunya sudah ‘morat-marit’ lagi hingga membahayakn pengguna jalan.

Bahkan di selatan Desa Sonorejo hingga perempatan Donan bagian barat itu, kondisi kerusakan jalan sudah cukup parah, jika usai turun hujan jalan, makan jalan berlubang itu dipenuhi air hingga kayak kubangan kerbau. Sampai-sampai para pengendara sepeda motor, tak berani lewat jalan yang ada kubanganya itu dan lewat di kastin jalan yang berada di sebelah kubangan itu.

Kondisi Jalan Poros Kecamatan dari Perempatan Mbaru Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan hingga Ngradin dan Sonorejo, kondisinya rusak berat dan berlubang, Sebagian jalan diuruk peddel dan sebagian sudah ditambal batu tapi tidak diaspal sehingga batunya sudah mulai berserakan alias morat-marit. (Foto: Sukisno).
Kondisi Jalan Poros Kecamatan dari Perempatan Mbaru Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan hingga Ngradin dan Sonorejo, kondisinya rusak berat dan berlubang, Sebagian jalan diuruk peddel dan sebagian sudah ditambal batu tapi tidak diaspal sehingga batunya sudah mulai berserakan alias morat-marit. (Foto: Sukisno).

Salah seorang warga Sonorejo Kusno (52) mengatakan, jika kerusakan jalan itu sudah lama dan tak kunjung diperbaiki. Kerusakan jalan di situ sudah sangat memprihatinkan, karena banyak batu yang lepas dan berserakan serta jalan berlubang yang berisi air hujan yang keruh, kotor dan licin hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Sudah sudah lama mas. Biasanya, y ditambali sama wong PU tapi ini kok hanya diisi dengan batu dan tidak di aspal. Malah membahayakan mas, iso ‘nibakno wong’ (membuat pengguna jalan jatuh). Mestinya, segera dibangun mas,” tegasnya.

Senada, salah seorang warga Gamongan Kecamatan Tambakrejo yang tak mau disebutkan namanya, juga angkat bicara, jika sebenarnya jalan ke Padangan lewat Sonorejo, Ngradin hingga Jalan Raya Banjarejo Kecamatan Padangan itu, menjadi jalur yang paling cepat untuk menuju ke Padangan kota, ke Cepu atau juga jika hendak ke Bojonegoro kota. Hanya saja, jalanya sekarang kondisinya rusak berat. Apalagi, jika malam hari gelap dan sangat membahayakan, takut terpelesat dan celaka.

“Sebetulnya, kalau mau kemana-mana itu, warga Gamongan bisa leboh cepat, jika melewati jalan Bakalan-Mbaru. Akan tetapi jalannya rusak berat mas. Jadi, warga jarang lewat situ, selain lama karena kerusakan jalan, juga bisa terjadi kecelakaan dengan kondisi batu yang morat-marit dan kubangan yang besar-besar itu,” katanya sambil minta agar namanya dirahasiakan.

Dari pantauan rakyatindependen dilapangan, Minggu (2/9/2016), kerusakan jalan antara Perempatan Mbaru Banjarejo, Ngradin, Sonorejo hingga Donan, ada sekitar 6 kilo meter. Dari Perempatan Donan bagian barat itu, hingga masuk Desa Gamongan sudah di Paving dan ada sebagian yang membutuhkan pemeliharaan. Dari pintu masuk Desa Gamongan sebelah utara, ada sekitar satu kilo meter jalan yang kondisinya rusak ringan. Setelah itu, di selatanya lagi, jalan sudah dibangun dengan cor beton sepanjang satu kilo meter. Ke selatan lagi, jalan sudah paving hingga Desa Bakalan. di ujung Desa Bakalan ada sekitar satu kilo meter jalan beraspal yang dalam kondisi rusak ringan. **(Kis/Yanto/Red).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More