Sempat Viral di Medsos, Kades Gajah, Baureno, Digerebek Istrinya saat bersama WILnya

133

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Sempat viral di media sosial (medsos) Facebook (FB), akun Pekerja Teras yang mengunggah status, jika ada seorang kepala desa (kades) yang berbuat mesum di desanya sendiri terus digrebek istrinya. Dalam curhatan itu, dia juga bertanya, kades yang demikian, bisa dapat sangsi dari bupati apa tdak?

Akun Pekerja Teras juga meminta agar admin group meloloskan @kades gajah.baureno. Baru diunggah 2 jam, sudah ada komentar masuk hingga 155 di Group Facebook KABAR BOJONEGORO itu.

Tak pelak, unggahan di facebook itu juga banyak di sceenshoot dan diunggah serta di share secara berantai di Whatshapp (WA). Sehingga, status di fb tersebut menjadi viral dan menjadi rasan-rasan di masyarakat secara luas.

Berdasarkan hasil investigasi rakyatnesia.com menyebutkan, bahwa warga Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur itu, banyak yang cuek dan banyak yang menyatakan tak tahu jika kadesnya yang bernama Wahyud itu,beberapa waktu yang lalu digerebek oleh istrinya sendiri saat berada di tempat kost WIL (Wanita Idaman Lain) nya itu.

Seorang warga Gajah yang berinisial AA (39) justru membernarkan jika ada kabar tak sedap tentang oknum Kades Gajah, saat sedang berada di tempat kost WILnya itu, yang berada di salah satu perumahan di desa setempat, Senin (14/9/2020) lalu dan digerebek oleh istrinya sendiri.

Masih menurut AA, pada saat sang kades sedang ada di situ, istrinya Melati (bukan nama sebenarnya), mendengar kabar jika suaminya sedang berada di tempat kost Mawar (bukan nama sebenarnya), sehingga Melati langsung bergegas mendatangi tempat kost Mawar yang sehari-hari bekerja sebagai pemandu lagu (PL) alias purel itu.

Sesampai di tempat kost itu, oknum kades sedang bersama Mawar sedang berduaan di rumah kost milik HR itu. Mengetahui hal itu, Melati langsung menggelandang kedua pasangan yang diduga mesum itu ke rumah Ketua RT 001, RW 002 yang berinisial HM yang bersebelahan dengan rumah kost yang ditempati Mawar itu.

Melati mengadukan pasangan cinta terlarang itu ke Ketua RT setempat untuk disidangkan. Karena yang disidang adalah Kades sehingga Ketua RT perlu memanggil beberapa tokoh masyarakat dan keluarga kades.

Dalam pertemuan itu, Ketua RT mengundang Sekdes EK, Kaur Pemerintahan ZN dan saudara Kades yang berinisial FK dari Banaran, Babat. Sayangnya, usai pertemuan itu, hasilnya tak dipublikasikan atau tak disampaikan ke warga dan terkesan ditutup-tutupi.

“Masyarakat banyak yang sudah mendengar jika ada kabar tentang kadesnya yang digrebek istrinya sendiri, saat berada di tempat kost seorang janda asal Desa Kauman, Baureno yang diduga selingkuhanya itu. Saya juga mendengar jika ada sekdes, Kaurpem dan kakaknya kades yang dihadirkan dalam pertemuan itu, tapi hasilnya tidak disampaikan ke masyarakat. Ada apa ini? Jika usai penggerebekan itu, ada sidang di rumah Ketua RT pasti ada masalah yang sangat penting, tapi mengapa tak ada jluntrungannya?,” ungkap AA serius.

Masih menurut AA, sebaiknya kades melaporkan akun facebook Pekerja Teras itu, agar tak menyebar berita yang bisa meresahkan warga desa Gajah ini.

Lanjut AA, mestinya pihak yang berwajib harus melakukan penyelidikan atas kebenaran berita tersebut. Masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas, apakah berita itu benar atau hoax, harus dibuktikan oleh pihak penegak hukum.

“Issu tentang oknum Kades Gajah digerebek istrinya saat bersama WILnya di rumah Kost belakang Mahkota itu, perlu ditindak lanjuti oleh pihak berwajib sehingga bisa diketahui tentang kebenaranya,” tegasnya.

Ditambahkan, jika ternyata benar itu adalah tindak asusila maka pelaku harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. Jika tidak, nama oknum Kades Gajah itu harus dibersihkan namanya dari fitnah dan jangan lagi ada berita hoax di desa Gajah sini.

“Kasihan masyarakat terombang-ambing oleh kabar yang belum pasti. Jika benar kades melakukan tindakan tak senonoh itu, maka masyarakat juga turut menanggung malu. Sebab, sebagai orang nomor satu di desa, mestinya harus bisa menjadi contoh dan teladan yang baik bagi warganya,” tandasnya.

Sementara itu, WYD saat dimintai konfirmasi via akun Watshappnya membantah keras, jika issu itu fitnah dan tidak benar.

“Issu itu dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab karena akunnya juga sudah dihapus,” ungkap Kades Gajah, Minggu (20/9/2020).

Lanjutnya, dirinya akan meluruskan masalah tersebut ke pihak yang berwajib.

“Jujur itu hoax. Demi Allah tidak ada kejadian aku mesum digrebek nyonya,” tegasnya.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More