Hadiri Pelantikan Pengurus HMI, Bupati Bojonegoro Bicara Tentang Pemerintah Tak Boleh Alergi Kritik

40

BERITA BOJONEGORO (RAKYATNESIA) – Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah menghadiri

Pelantikan pengurus himpunan mahasiswa islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Bojonegoro periode 2021 – 2022.

Acara pelantikan Pengurus HMI Bojonegoro itu, mengambil tempat di Ruang Angling Dharma Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, yang berada di Jalan R Mas Tumapel Nomor 1, Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (18/9/2021).

Kegiatan ini dimulai dengan pembacaan keputusan dan prosesi pelantikan HMI oleh ketua umum pengurus besar HMI Jawa Timur, serta penandatanganan serah terima jabatan HMI. Kegiatan mengusung tema “Membangun Militansi serta Kompetensi Menuju Himpunan yang Masif dan Progresif,”

Baca Juga  Penanganan Covid-19 di Jambi, Kapolri Ingatkan Penurunan Level PPKM dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Ketua umum HMI Cabang Bojonegoro Albi Shobah mengharapkan agar kegiatan ini tidak hanya menjadi slogan, namun juga bisa menjadi bagian dari prinsip.

Ketua Umum PB HMI Hasan Basri Baso dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya dalam himpunan perlu adanya pembaharuan dalam cara berfikir, cara bersikap dari segi iman maupun akhlak yang nantinya mampu menjalani tanggung jawab sampai akhir.

Pihaknya juga berharao bahwasannya HMI harus menjadi solusi untuk masyarakat dari semua kalangan.

“HMI memang bukan perihal jabatan, namun bagaimana HMI ini menjadi tempat berproses, menjadi sumur atau sumber kader-kader terbaik berintelektual maupun yang berkualitas untuk mengabdi kepada bangsa sehingga HMI ini menjadi rumah bagi mahasiswa, rumah pengkaderan, rumah perjuangan dan juga bagi sandaran masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga  Anggota DPR RI Abidin Fikri, Gelar Vaksinasi di Pasinan, Baureno, Lampaui Jumlah Sasaran

Lanjut Hasan Basri Baso, bahwa dalam berorganisasi tidak hanya melaksanakan program kerja, tidak hanya sekedar berproses, tentu harapannya ada dampaknya, dampaknya adalah untuk Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah mengungkap bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tidak boleh alergi kritik namun tetap perlu adanya perbedaan dari segi penyampaiannya, sebab semakin banyak kritik yang konstruktif akan semakin baik.

“Bojonegoro sudah mencanangkan TGA ( Transparancy Government Akuntability ) itu lengkap sudah, transparansi governmentnya bagus akuntability hal yang bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Bupati wanita pertama di Bumi Angling Dharma ini.

Masih menurut Bu Anna – demikian Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – bahwa pihaknya akan dilakukan perencanaan MUSRENBANGKAB ( Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten) Pemuda Pemudi pada tahun 2022 yang nantinya diberi kebebasan untuk menyalurkan aspirasi. 

Baca Juga  Menyuruh Istrinya Panggil Tukang Pijit, Seorang kakek Warga Gamongan, Tambakrejo Ini, Malah Gantung Diri

 “Pemkab welcome untuk sanggahan, masukan dan saran yang membangun dan kami juga siap menyikap kegiatan kegiatan HMI, rumusan-rumusan kebijakan kegiatan, ide-ide gagasan di dalam kontekstual intelektualitas dan ilmiah,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu,awanah, Forkopimda Bojonegoro, Majelis Daerah KAHMI (Korps Alumni Mahasiswa Islam) Bojonegoro, Ketua Umum pengurus besar HMI, Ketua umum badan koordinasi HMI Jatim, Ketua umum HMI Bojonegoro, Ketua umum Kohati Bojonegoro, dan organisasi mahasiswa ekstra kampus Se-Bojonegoro.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More