Hacker China Diduga Bobol 10 Kementerian – Lembaga. Polri Lakukan Koordinasi ke Kominfo

37

JAKARTA (RAKYATNESIA) – Polri dan instansi terkait lainnya didesak untuk menindaklanjuti dugaan pembobolan data terhadap 10 kementerian dan lembaga oleh hacker China. Polri menyebut pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Kominfo.

“Tentang dugaan pemboboilan data tersebut, kita koordinasikan ke kementerian Kominfo,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K,M.Si, Senin (13/9/2021).

Kadiv Humas mengatakan, kepolisian belum memulai penyelidikan terhadap dugaan pembobolan ini. Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si. mengungkapkan Polri baru melaksanakan koordinasi.

Sebagai informasi, kelompok hacker China yang menamakan Mustang Panda diduga membobol setidaknya 10 kementerian dan lembaga di Indonesia.

Hal ini berdasarkan hasil ekspose dari The Record berdasarkan laporan dari Insikt Group.

“Penembusan oleh hacker China ini diduga sudah terjadi sejak bulan Maret 2021. Titik masuk dan metode malware mereka masih belum jelas,” kata Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, menegaskan.

Perlu diketahui, bahwa Insikt Group disebutkan sudah memberi tahu pemerintah Indonesia pada Juni dan Juli 2021. Namun menurut mereka, pihak pemerintah Indonesia saat itu belum memberikan tanggapan.

Baca Juga  Perseteruan Kades Talok dengan Sekdesnya, Akhirnya Berakhir dengan Surat Pernyataan dan Kesepakatan Bersama

**(Red/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More