Bupati Bojonegoro Berikan Pembinaan Tentang Pengelolaan Dana BKD Tahun 2020

7

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah memberikan pembinaan tentang bagaimana mengelola Bantuan Keuangan Desa (BKD) tahun 2020 Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Kegiatan pembinaan pengelolaan BKD dilaksanakan sebanyak 2 kali atau 2 sesi. Untuk sesi pertama ini, dihadiri 208 kepala desa yang berasal dari 17 Kecamatan. Acara digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, yang berada di Jalan P Mas Tumapel Nomor 1, Bojonegoro, Jawa timur, Kamis (10/9/2020).

Dalam laporannya Kepala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten Bojonegoro Mahmudin menyampaikan, bahwa kegiatan bertujuan untuk membina para Kepala Desa agar memahami tentang pengelolaan dana bantuan keuangan desa tahun 2020 ini.

“Bantuan Keuangan Desa dimaksudkan untuk meningkatkan potensi desa di desa masing-masing. Dengan BKD para kepala desa lebih berkomitmen untuk memajukan desanya,” ungkap Kepala DPMD Bojonegoro Mahmudin.

Bupati Bojonegoro Berikan Pembinaan Tentang Pengelolaan Dana BKD Tahun 2020 1
208 Kepala desa dari 17 Kecamatan saat memperoleh pembinaan dari Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah tentang bagaimana mengelola Bantuan Keuangan Desa (BKD) tahun 2020, di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, yang berada di Jalan P Mas Tumapel Nomor 1, Bojonegoro, Jawa timur, Kamis (10/9/2020).

Sementara itu, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah dalam sambutannya mengatakan bahwa agenda pembinaan pengelolaan BKD ini merupakan bentuk evaluasi kebijakan keuangan untuk desa.

“Evaluasi kebijakan ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan yang memang bertumpu dan kebutuhannya dari desa,” tutur Bu Anna.

Dalam kesempatan yang sama, Bu Anna – demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – dirinya mengingatkan agar tidak terjadi penyelewengan seperti standar kualitas bangunan yang tidak sama dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya).

“Kualitas bangunan yang bagus, taraf pelaporan yang runtut, sangat penting dalam pelaksanaan BKD ini,” ujar Bu Anna.

Pihaknya mengharapkan, dalam kegiatan BKD yang bekerja adalah warganya sendiri sehingga bisa memaksimalkan tenaga kerja warga setempat dan kualitas bangunan layaknya Proyek Padat Karya.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More