Kadinkes Jatim: Vaksinasi Dosis Pertama di Jatim Capai 29,45 Persen

12

SURABAYA (RAKYATNESIA) – Saat ini Pemprov Jatim sedang menggelar program vaksinasi keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk dosis pertama sebanyak 6.571 orang dan untuk dosis kedua sebanyak 1.514 orang.

Kadinkes Jatim Dr Kohar Hari Santoso mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi di kabupaten atau kota selain Surabaya raya dan RSU UPT Pemprov Jatim, diadakan sesuai pengaturan dari Dinkes kabupaten atau kota setempat, baik waktu dan tempat pelaksanaannya.

“Saya menghimbau bagi peserta vaksinasi dosis kedua harus menunjukkan kartu vaksinasi dosis pertama pada petugas untuk melihat jenis vaksin yang didapat sebelumnya serta melihat pemenuhan interval minimal dari jenis vaksinnya,” katanya di sela – sela gelaran Program Vaksinasi keluarga ASN di Islamic Center Surabaya, Minggu (29/8/2021).

Lebih lanjut dikatakannya, sementara untuk situasi covid-19 secara umum sudah mulai ada perbaikan, tingkat kasusnya mulai menurun, tingkat isolasi juga sudah menurun.

“Tapi saya juga berpesan, masyarakat jangan lengah, vaksinasinya tetap digencarkan, pemakaian masker dan protokol kesehatannya terus dilakukan,” kata Dr Kohar Hari Santoso menegaskan.

Baca Juga  Kapolda Jatim Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di NUIS Pakis, Malang

Menurutnya, ada beberapa daerah yang masih dalam zona merah, karena penilaiannya bagaimana tingkat transmisinya, bagaimana tingkat responnya.

“Pada umumnya karena jumlah kapasitas responnya banyak yang masih belom memadai, termasuk dari angka kesakitan dan angka kematiannya dibandingkan rata-rata yang lain masih lebih tinggi,” ungkapnya.

Selain itu juga tingkat tracing dan testingnya yang perlu didukung dan juga penilaian tentang kapasitas untuk vaksinnya.

Baca Juga  Komisioner Komisi Informasi Pusat, Laksanakan Kunjungan Lapangan Keterbukaan Informasi Publik, di Desa Kedungsumber, Temayang

**(B.Yan/Red).

Top of Form

Bottom of Form

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More