Gebyar Vaksin Lamongan, Jadi Ambyar Pengunjung Abaikan Prokes

49

Berita Lamongan – Gebyar Vaksin Covid19 di Alun – Alun Lamongan menimbulkan kerumunan yang cukup banyak. Hal ini sudah tentu mengabaikan Protokol kesehatan. Dari pantauan, antusias masyarakat untuk divaksinasi sudah terlihat sejak pagi hari. Hingga tampak terjadi kerumunan antrean peserta vaksinasi Covid-19 di jalur masuk untuk menunggu giliran. Akibatnya, peserta antre berkerumun tanpa jaga jarak meskipun para peserta menggunakan masker.

Pada kesempatan itu, salah seorang peserta vaksin, Dwi yang hadir mengungkapkan, dia sempat muncul kekhawatiran dengan adanya kerumunan tersebut. Selain itu, ia juga mengaku kecewa, hal itu lantaran saat ia datang ke lokasi ternyata kuota vaksin telah dinyatakan habis.

“Iya, sebenarnya saya sangat kecewa, saya berangkat dari rumah pagi-pagi, infonya katanya dibuka pukul 08.00 WIB. Saat sampai di lokasi, ternyata beberapa saat kemudian kuotanya katanya sudah habis,” ungkap Dwi, Sabtu (28/8/2021).

Tak hanya Dwi, peserta lain yang hendak mengikuti vaksin tersebut, Mahrus Ali menuturkan, bahwa ia bersama teman-temannya sampai membatalkan niatnya untuk mengikuti vaksin. Hal itu dilakukan, lanjut Mahrus, karena pihaknya takut saat melihat antrian panjang peserta yang telah membludak dan tak jaga jarak.

“Saya sudah sampai situ, enggak jadi ikut (vaksin) saat melihat kerumunan dan antrian panjang. Saya mundur dan memilih membatalkan niat saya untuk mengikuti vaksin demi menjaga prokes. Padahal saya sudah jaga-jaga dengan pakai masker dan handsanitizer,” kata pria yang juga Ketua Gemati Lamongan tersebut.

Lebih lanjut, Mahrus menambahkan, bahwa pihaknya sangat menyayangkan pelaksanaan vaksinasi yang kurang terkontrol dengan baik tersebut. Menurutnya, vaksinasi yang digelar di Alun-alun ini justru sangat berpotensi menimbulkan cluster kasus baru Covid-19.

“Sangat disayangkan, pelaksanaan vaksinasi di Alun-alun ini berpotensi menimbulkan cluster baru Covid-19. Kasihan para warga Lamongan, utamanya yang ada di desa-desa yang sudah sedari kemarin menerapkan prokes secara ketat dan taat terhadap PPKM. Lebih baik vaksin dibagi per desa/kelurahan, biar merata dan tidak menimbulkan kerumunan,” tandasnya.

Baca Juga  Kapolda Jatim Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di NUIS Pakis, Malang

Berdasarkan data yang dihimpun, pelaksanaan vaksinasi massal ini telah diumumkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan pada hari sebelumnya di akun resmi media sosialnya. Sasaran vaksinasi kali ini untuk dosis pertama, dengan melakukan pendaftaran, baik online maupun di lokasi.

Kemudian, dalam pengumuman tersebut, tertulis bahwa vaksinasi ini dilakukan mulai pukul 08.00 – 13.00 WIB. Meski pesertanya untuk umum, namun vaksinasi kali ini lebih mengutamakan warga yang berdomisili Lamongan.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta di antaranya berusia 18 tahun ke atas, tidak hamil, membawa foto kopi KTP dan Bolpoint, dalam keadaan sehat dan sarapan terlebih dahulu. Khusus untuk peserta dari luar Lamongan, diharapkan membawa surat keterangan domisili dari RT asal dan atau surat bekerja di Lamongan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Dinkes Lamongan dr Taufik Hidayat saat dikonfirmasi mengenai terjadinya kerumunan yang timbul dari vaksinasi tersebut pihaknya mengatakan, bahwa telah melakukan evaluasi dan berupaya melakukan pengendalian terhadap kegiatan vaksinasi.

Baca Juga  Kadinkes Jatim: Vaksinasi Dosis Pertama di Jatim Capai 29,45 Persen

“Kita sudah berusaha menerapkan prokes. Antusiasme pesertanya tinggi, kita tetap kerahkan petugas prokes dan setiap pelaksanaan kita evaluasi. Sekarang sudah terkendali dan sudah dibagi pelayanan dengan di Pemda,” ujarnya saat dihubungi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana juga menanggapi, kerumunan akhirnya dapat diurai setelah sejumlah petugas meminta peserta covid-19 untuk menjaga jarak dalam antrean. “Sudah kita pantau, tadi sudah ditertibkan,” pungkasnya. (sumber:beritajatim.com)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More