ABG Santri Ponpes Al Mustofa Panjunan, Kalitidu Ini, Meninggal dunia Akibat Tenggelam di Sungai

31

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mustofa yang berada di Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, berduka. Pasalnya, santrinya yang masih ABG (Anak Baru Gedhe) bernama Abid Murtadho (13) meninggal dunia akibat tenggelam.

Korban yang berasal dari Desa Mojosari, RT 008, RW 002, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro itu, ditemukan meninggal dunia di sungai yang berada di belakang Ponpes Salafiyah tersebut, Minggu (16/8/2020) sekira pukul 14:00 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Nadhif Ulfia melalui Kasi Kesiapsiagaan bencana Eko Susanto membenarkan adanya korban tenggelam di sungai yang berada di belakang Ponpes Al Mustofa, turut Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro itu.

Kepada rakyatnesia.com dikatakan, bahwa peristiwa itu berawal saat korban yang mondok di Ponpes Al Mustofa itu bersama teman-temanya mandi di sungai yang ada di belakang pondok.

“Begitu selesai mandi mereka beramai-ramai hendak balik ke pondok. Saat hendak naik dari sungai itu, korban terpeleset dan jatuh. Namun, teman-temanya membiarkan saja korban terjatuh karena dikira korban hanya pura-pura saja,”

Selanjutnya, selang 30 menit, korban dicari di sekitar pondok oleh teman-temannya yang mandi bersama di sungai tadi. Ternyata, korban tak ditemukan di seputaran ponpes itu. Setelah itu, teman-temanya baru terpikir, jika kemungkinan korban tadi tercebur di sungai beneran dan bukan pura-pura.

Masih menurut Pak Eko – demikian, Kasi Kesiapsiagaan Eko Susanto, akrab disapa – teman-teman korban yang tadi mandi bersama itu, kemudian mencari korban di sungai yang ada di belakang pondok dan melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kalitidu dan ke BPBD Bojonegoro untuk dilakukan pencariab.

Ditambahkan, setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan, ternyata benar, korban ditemukan di sungai tersebut, Minggu (16/8/2020) sekira pukul 15:00 WIB.

“Korban ditemukan mengambang di Sungai dalam kondisi telah meninggal dunia,” ungkap Pak Eko, Minggu (16/8/2020).

Kemudian korban dievakuasi ke pondok dan dilakukan pemeriksaan medis, tentang penyebab kematian korban.

Sementara itu, Kapolsek Kalitidu AKP Harjo,SH, kepada para awak media menyatakan bahwa korban dinyatakan meninggal dunia murni akibat tenggelam dan tak ada sebab lain.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim medis menyebutkan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam dikarenakan di tubuh korban tak ditemukan adanya bukti kekerasan atau penganiayaan sebelum korban meninggal ,” kata AKP Harjo menegaskan.

Unsur yang terlibat dalam pencarian korban, Tim BPBD, TNI, POLRI, SATPOL PP Kecamatan  Kalitidu, Perangkat Desa Panjunan dan masyarakat Setempat

**(Yan/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More