Wartawan Bojonegoro Demo di CPM, Mengutuk Tindakan Oknum TNI-AU di Medan

0 106

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Kekerasan terhadap wartawan yang dialami oleh Wartawan Medan yang benama Array Argus dari wartawan Tribun Medan dan Andri Safrin wartawan MNC TV menjadi korban keberingasan TNI-AU dan Paskhas Lanud Suwondo. Kedua wartawan tersebut awalnya meliput aksi massa dari warga Sarirejo yang ingin mempertahankan tanah mereka yang ingin dijadikan rusunawa.

Dengan seketika, Array, Andri Safrin dan beberapa wartawan lainnya diserang TNI-AU dan Paskhas Lanud Suwondo. Mereka menyerang dengan menggunakan kayu, pentungan, tombak dan laras panjang, mereka menarik, memukuli serta menginjak-injak wartawan, Senin (15/8/2016).

Peristiwa itulah yang memantik Wartawan Bojonegoro untuk melakukan demo di depan Markas CPM Bojonegoro yang berada di Jl Rajekwesi Bojonegoro, Selasa (16/8/2016) siang.

Para Wartawan Bojonegoro saat melakukan demo di depan Markas CPM Jl Rajekwesi Bojonegoro., Selasa (16/8/2016). Mereka diterima oleh Serma Minarto sekaligus menerima aspirasi untuk diteruskan ke Mabes TNI.
Para Wartawan Bojonegoro saat melakukan demo di depan Markas CPM Jl Rajekwesi Bojonegoro., Selasa (16/8/2016). Mereka diterima oleh Serma Minarto sekaligus menerima aspirasi untuk diteruskan ke Mabes TNI.

Ada sekitar 30 lebih wartawan Bojonegoro dari berbagai media massa mendatangi Markas CPM, guna menyampaikan aspirasinya. Mereka mengutuk keras tindakan oknum anggota TNI-AU yang melakukan kekerasan terhadap wartawan yang sedang melakukan liputan di Medan itu.

Salah seorang ketua Aliansi Jurnalis independen (AJI) Bojonegoro, mengutuk keras atas tindakan oknum TNI AU yang dengan semena-mena telah melakukan liputan. Kekerasan terhadap wartawan di Indonesia sudah mencapai ratusan kasus yang sama. Wartawan merupakan pemberi informasi masyarakat, sehingga dalam bekerja seharusnya oknum TNI-AU saling bekerjasama.

“Usut tuntas kasus kekerasan terhadap wartawan. Hidup kebebasan pers, hidup kebebasan wartawan,” tegasnya.

Secara bergantian, Ketua PWI Terpilih Bojonegoro Sasmito Anggota juga menyampaikan orasinya. Muhammad Roqib wartawan Seputar Indonesia (Sindo), dan beberapa wartawan lainnya. Sedangkan puluhan wartawan yang lain, membentangkan poster yang semua berisi tentang kecaman terhadap aksi kekerasan terhadap wartawan di Medan itu.

Beberapa poster tertulis, ‘Pecat dan adili Oknum TNI-AU yang aniaya Wartawan’, Didik Oknum TNI dengan Peca’, Usut Tuntas Oknum TNI –AU yang lakukan kekerasan terhadap Wartawan’, Wartawan Melakukan Liputan dilindungi Undang-undang’, STOP Kekerasan Terhadap wartawan’ dan masih banyak lainya.

Para pendemo diterima oleh 3 (tiga) personil CPM Bojonegoro. Mereka menerima aspirasi yang telah disampaikan oleh Wartawan Bojonegoro dan akan diteruskan ke atasannya. Termasuk, akan meneruskan aspirasi tersebut, ke Mabes TNI di Jakarta.

Ketua AJI Bojonegoro Anas Abdul Ghofur, secara simbolis menyerahkan aspirasi wartawan Bojonegoro kepada anggota CPM Serma Minarto. Tuntutan Wartawan Bojonegoro tertuang dalam satu lembar yang dibuat oleh AJI Bojonegoro itu, setelah diserahkan, akhitnya puluhan Wartawan itu, membubarkan diri dengan tertib. **(Kis/Dedi).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More