Mas Biyon, Bantu Biaya Hidup Sehari-hari Azizah, Penderita Jantung Bocor

0 138

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Azizah Anggraeni (2) yang menderita sakit jantung bocor sudah selesai menjalani operasi di RS PHC Jl Prapat Kurung No.1, Kenjeran, Surabaya. Operasi Kateter jantung (4/8/2016) dan operasi besar telah berhasil dilaksanakan Senin (8/8/2016) lalu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, operasi jantung Azizah Anggraeni (2) dibiayai sepenuhnya oleh salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negera) yaitu PT. Pertamina dengan dana CSR (Corporate Social Responsibility). Hal itu sebagai tanggung jawab perusahaan terhadap sosial maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Yang sangat menggembirakan, pihak PT Pertamina juga akan membiayai operasi tahap kedua untuk fase pemyembuhan yang akan dilaksanakan 6 (enam) bulan lagi.

Saat Operasi ditangani 7 (tujuh) orang dokter yang dipimpin Dr Paul Tahalele,SpB, SpBTkv (K) dari RS PHC Jl. Prapat Kurung Selatan No.1, Tanjung Perak Surabaya. Kondisi Azizah sudah mulai membaik sehingga Minggu (14/8/2016) sudah dipindahkan dari ICU (Intensive Care Unit) ke ruang Perawatan anak Nomor 1, Lantai III.

Mas Biyon saat menyerahkan bantuan untuk biaya sehari-hari Azizah dan Ibunya Reni Idawati saat dalam masa pengobatan di Surabaya. Dana tersebut diserahkan secara langsung di Rumah Sakit PHC Surabaya, Sabtu (14/8/2016).
Mas Biyon saat menyerahkan bantuan untuk biaya sehari-hari Azizah dan Ibunya Reni Idawati saat dalam masa pengobatan di Surabaya. Dana tersebut diserahkan secara langsung di Rumah Sakit PHC Surabaya, Sabtu (14/8/2016).

Semua biaya operasi hingga penyembuhan sudah ditanggung oleh pihak PT. Pertamina. Hanya saja, muncul persoalan baru, tentang biaya hidup Azizah bersama dan ibunya Reni Idawati saat berada di RS PHC itu. Karena kondisi pasangan Ridwan dan Reni Idawati yang tinggal di Gang Mawar No.70, Desa Kauman, Kecamatan Kota Bojonegoro itu, kondisinya cukup miskin.

Bahkan, saat anaknya hendak di operasi Ridwan tidak bisa menunggui anaknya di rumah sakit karena dia harus bekerja jadi kuli bangunan di Batam. Ridwan memilki tanggung jawab membiayai hidup istri dan ke empat anak yang masih kecil-kecil. Sehingga Reni Idawati harus nunggui anaknya sendiri di rumah sakit yang berada di Kota Pahlawan, dengan biaya hidup yang cukup tinggi.

Keluhan Reni Idawati atas kesulitan biaya hidup sehari-hari saat nunggu anaknya itu, hingga sampai ke telinga Brigjen TNI Wardiyono,S.IP,MBA, saat dirinya pulang ke rumahnya yang ada di Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Sabtu (13/8/2016). Saat itu, ada salah seorang family Azizah yang menemui Brigjen TNI Wardiyono atau yang akrab dipanggil Mas Biyon, untuk menyampaikan tentang, tidak adanya biaya hidup ibunya Azizah saat nunggu di rumah sakit yang berada di daerah Kenjeran itu.

Berbekal rasa haru yang kemudian menjadi sebuah empati dan peduli atas nasib yang dialami Azizah Anggraeni beserta Ibunya, Mas Biyon menyanggupi untuk membantu Azizah beserta ibunya untuk biaya hidup sehari-hari selama berada di rumah sakit tersebut.

Saat Mas Biyon hendak balik ke Jakarta, dirinya menyempatkan untuk menjenguk Azizah yang sedang di rawat di RS PHC Surabaya, Minggu (14/8/2016), pukul 18.30 wib. Dia sempat mengelus-elus dan mengusap wajah Azizah yang sedang tergolek terbaring di rumah sakit itu, yang hanya ditunggui oleh ibunya.

Sambil menyerahkan bantuan ke Reni Idawati untuk biaya hidup sehari-hari saat nunggu Azizah yang sedang sakit, Mas Biyon berpesan kepada Reni, agar selalu tabah dalam menghadapi cobaan hidup yang berasal dari Allah SWT Sang Pemilik Jagad Raya ini. Karena sejatinya, semua yang terjadi itu sudah digariskan dan kita sebagai manusia diwajibkan ikhtiar atau berusaha. Termasuk, biaya pengobatan yang diberikan Allah melalui Pertamina, itu juga bagian dari hasil usaha yang oleh Allah diberikan melalui PT. Pertamina.

“Semoga Azizah lekas sembuh. Ibu yang sabar dan tabah dalam menjalani cobaan hidup ini. Mudah-mudahan ikhtiar Ibu untuk anaknya itu, akan menjadi jalan anak Ibu Azizah segera sembuh dan bisa hidup normal seperti anak-anak lain, yang bisa menikmati masa kanak-kanaknya. Saya hanya bisa bantu Ibu untuk biaya hidup sehari-hari selama dalam masa pengobatan di Surabaya,” ungkapnya.

Ditambahkan, pria yang menyandang jendral bintang satu itu, agar Reni Idawati tidak usah kwatir terhadap biaya hidup selama nunggu anaknya berobat di Surabaya. Karena biaya hidup ditanggung dirinya. Jika nanti ada kekurangan, akan ada orang yang mengantarkannya.

“Atas nama pribadi dan sebagai bagian dari warga Kabupaten Bojonegoro, saya sampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Pertamina yang telah memberikan bantuan CSR untuk membiayai sepenuhnya biaya operasi jantung bawaan lahir yang diderita Azizah Anggraeni (2). Insya Allah, saya bisa melengkapinya, dengan membantu biaya hidup Azizah bersama Ibunya saat dalam pengobatan di Surabaya. Mohon, kepada masyarakat Bojonegoro dan semuanya saja, untuk turut mendoakan Azizah, agar lekas sembuh, amiin,” katanya berharap. **(Kis/Red).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More