Bojonegoro Pecahkan Rekor MURI, Senam Massal Kolosal Perwosi

0 135

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Senam Perwosi yang dilaksanakan secara massal Kolosal di Stadion Letjen Sudirman d Jl Lettu Soewolo itu, direncanakan Sabtu (6/8/2016), dimulai pukul 06.00 WIB.

Hal itu, membuat peserta yang rumahnya jauh harus berangkat lebih awal agar tidak ketinggalan. Seperti halnya dengan peserta Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Kecamatan Margomulyo dibawah komando Nanik itu. Jam 2.00 sudah ngumpul di Kantor Kecamatan Margomulyo dan jam 03.00 WIB, sudah harus berangkat menuju Bojonegoro. Sehingga pukul 05.00 WIB mereka sudah tiba di Stadion Letjend Sudirman Bojonegoro untuk mengikuti senam Perwosi guna memecahkan rekor nusantara senam kolosal tersebut.

“Kami dan rombongan yang berjumlah 9 (Sembilan) orang berangkat jam 3 pagi dari Kantor Kecamatan Margomulyo. Kami datang untuk mengikuti senam Perwosi untuk memecahkan rekor Muri dengan senam missal Kolosal, dengan jumlah peserta 8000. Kami sangat antusias dan semangat mampu mengalahkan jarak dan waktu tempuh perjalanan kami menuju ke Stadion,” tegas Nanik.

Ariani Siregar selaku Deputy Manager Institut Prestasi Rekor Muri menyatakan, ada beberapa prestasi nusantara yang berhasil dipecahkan oleh Kabupaten Bojonegoro, diantaranya npada tahun 2008 ledre terbesar, tahun 2010 ruwatan massal dengan peserta terbanyak dan KB IUD terbanyak.

Ketua Perwosi Bojonegoro Hj Mien Setyo Hartono, saat menerima penghargaan Prestasi Nusantara dari Rekor Muri senam Perwosi massal dan kolosal dengan peserta 8000, di Stadion Letjen Sudirman Bojonegoro, sabtu (6/8/2016).
Ketua Perwosi Bojonegoro Hj Mien Setyo Hartono, saat menerima penghargaan Prestasi Nusantara dari Rekor Muri senam Perwosi massal dan kolosal dengan peserta 8000, di Stadion Letjen Sudirman Bojonegoro, sabtu (6/8/2016).

“Kali ini Institut prestasi nusantara juga memberikan apresiasi senam dengan peserta terbanyak dengan muatan budaya lokal dengan jumlah peserta mencapai 8151 orang. Penyerahan sertifikat menandai penyerahan rekor prestasi Indonesia yang diserahkan kepada Bupati Bojonegoro, Ketua TP PKK dan Ketua Perwosi Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro,Drs. H. Suyoto menyampaikan peserta lebih 8000 orang. Ini menandakan bahwa seluruh peserta tengah bahagia, sehat dan cerdas. Ketika seorang istri bahagia maka seluruh keluarga akan bahagia.

“Senam itu akan mengurangi ketuaan pada seseorang keran kita selalu sehat dan bugar. Melalui kesempatan ini, kami sampaikan ucapa terimakasih dan selamat kepada Perwosi yang telah menggerakkan ibu-ibu dan menjadikan warga Bojonegoro bahagia, sehat dan cerdas,” tegas pria yang akrab disapa Kang Yoto itu.

Sementara itu, Ketua Perwosi Jatim Hj Fatma Saifullah Yusuf dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta senam dan Perwosi Kabupaten Bojonegoro dan Jajaran Pemkab Bojonegoro.

“Kami dari Perwosi Jatim memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya karena telah menciptakan senam Perwosi dengan mengangkat budaya lokal dengan iringan lagu-lagu hasil karya Bupati Bojonegoro Suyoto. Dengan masyarakat yang sehat dan cerdas akan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Selain dengan senam.ini akan memberikan manfaat maka Bojonegoro dapat menciptakan kesejahteaan pada warganya,” tegas istri Wagub Jatim Syaifullah Yusuf itu.

Ditambahkan, masyarakat Bojonegoro yang sehat, kemudian Jatim sehat maka akan segera menuju masyarakat Indonesia yang sehat pula. Kabupaten Bojonegoro, merupakan kabupaten yang kesebelas yang yang sudah menggelar kegiatan semacam ini. Pihaknya berharap, agar senam Perwosi segera disosialisasikan sampai di tingkat pedesaan, hingga Rukun Tetangga (RT).

Sebelumnya, Ketua Perwosi Bojonegoro,Ny. Mien Setyo Hartono menyatakan, bahwa senam massal kolosal ini dilaksanakan dalam rangka mendukung Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) sejalan dengan visi dan Misi Perwosi yakni memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.

Ada yang unik dari kegiatan senam massal kolosal Perwosi yang dilaksanakan di Stadion Letjen Sudirman Bojonegoro ini. Pasalnya, usai senam, para peserta senam yang keselurahanya perempuan itu, kemudian makan bersama dengan “sego buntel godhong jati” (nasi yang dibungkus dengan daun jati). **(Kis/Luh).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More