FKRB Wadul Ke DPRD Bojonegoro, Agar Kilang Minyak TWU Bisa Produksi Lagi

0 117

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Forum Kedaulatan Rakyat Bojonegoro (FKRB) beramai-ramai mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, yang berada di Jalan Trunojoyo, Bojonegoro, Jawa timur, Rabu (1/8/2018).

Kedatangan puluhan warga tersebut, mereka minta agar wakil rakyat yang duduk sebagai anggota dewan itu, bersedia membantu dan mengawal proyek-proyek Exxon Mobile Cepu Limited (EMCL) maupun proyek minyak dan gas bumi (migas), yang ada di Bumi Anfling Dharma ini.

Ditemui Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro Anam Warsito dan anggota dewam ainnya, mereka meminta agar dalam kegiatan proyek migas tersebut, bisa mempekerjakan masyarakat sekitar, memanfaatkan pengusha local, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 23 tahun 2011 tentang konten lokal.

“Kami meminta kepada anggota Dewan yang terhormat, untuk membantu dan mengawal Proyek-proyek Exxon Mobile Cepu Limited maupun proyek migas lainnya, yang melaksanakan proyek di Bojonegoro untuk lebih mengutamakan mempekerjakan warga sekitar dan pengusaha lokal,” kata Edi Susilo, selaku Ketua FKRB tersebut.

Selain itu, dirinya juga berharap agar anggota DPRD Bojonegoro turut serta memperhatikan nasib rakyat Bojonegoro. Hal ini dikarenakan Kabupaten Bojonegoro, adalah Daerah yang kaya akan minyak dan gas bumi, namun masyarakatnya miskin.

Dalam kesempatan yang sama, mereka juga meminta kejelasan tentang kilang minyak PT. TWU (Tri Wahana Universal) yang berada di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu itu. Sebab, ada kendala adanya pasokan minyak yang dihentikan oleh pihak EMCL.

“Harapan kami, kilang TWU tetap beroperasi dan bisa berjalan lancar sehingga warga sekitar bisa bekerja dan pengusaha lokal mengoperasikan kendaraan pengangkut minyak yang kebanyakan adalah kredit dan leasing,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala desa Suryono, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dampak ditutupnya kilang minyak PT. TWU bagi warga sekitar bisa menciptakan 600 pengangguran dan kondisi ini sangat memprihatinkan.

Dirinya memohon terhadap Pemerintah Pusat untuk memperhatikan dan membuka kembali aktifitas PT. TWU yang tutup akibat tidak ada lagi suplay minyak dari EMCL.

“Dampak ditutup kilang minyak PT. TWU telah mengakibatkan pengangguran semakin banyak. Sehingga, kami berharap agar TWU dibuka lagi sehingga bisa memberikan pekerjaan warga sekitar sehingga minyak ini bisa mensejahterakan warga Bojonegoro ini,” tuturnya.

Dirinya juga meminta kejelasan apakah kilang minyak PT. TWU di tutup selamanya atau apa hanya untuk sementara saja. Sebab, kasihan warga sekita dan pengusaha local harus jadi pengangguran.

“Kami mohon kepada Bapak anggota dewan sebagai wakil rakyat, untuk membantu kami menyampaikan aspirasi ini ke Pemerintah pusat. Kami dengan hormat lagi sangat,” katanya sambil berharap.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More