Tradisi Ziarah Haji, Masih Terpelihara Dengan Baik di Bojonegoro, Jawa timur

0 190

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Berkunjung dan bersilaturahmi ke mereka yang hendak naik haji atau yang biasa disebut ziarah haji, menjadi tradisi yang masih terpelihara dengan baik di masyarakat wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur ini. Hal itu, dilakukan untuk saling mendo’akan. Tradisi itu, masih berlanjut hingga musim haji tahun 1439 Hijrah / 2018 Masehi ini.

Saling mendo’akan, dimana mereka yang hendak berangkat haji di do’akan agar selamat sampai tujuan dan bisa kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Begitu pula, yang sedang berhaji diharapkan mendo’akan mereka yang datang berkunjung itu, sehingga ke depan bisa “ketularan” turut menunaikan ibadah haji sebagai pelaksanaan rukun Islam yang ke lima itu.

Ziarah haji, juga dilakukan oleh pemimpin redaksi media online: rakyatindependen.id Sukisno beserta isterinya, ke rumah calon jama’ah haji (CJH) Sukiran Somo Kasadi dan isterinya Siti Khoti’ah Hari, yang juga masih kerabatnya yang tinggal di Desa Sembung, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

CJH Sukiran Somo Kasadi dan isterinya Siti Khoti’ah Hari, yang merupakan pasangan suami isteri (Pasutri) itu, masuk kelompok terbang (kloter) 29, yang berangkat dari Bojonegoro hari ini Minggu tanggal 29 Juli 2018, sekira pukul 15:00 wib.

Sukiran yang akrab disapa Lek Kiran itu, sehari-harinya mengajar atau sebagai guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) di wilayah Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota, berangkat dengan isterinya yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan mengurus rumah serta anak dan cucunya itu.

“Bersyukur, Lek Kiran dan Lek Siti bisa berangkat haji tahun ini, semoga berangkat dan pulang dalam kondisi selamat dan menjadi haji dan hajjah yang mabrur,” ujar Kusmiati, saat ziarah haji sekaligus mengantarkan pelepasan Sukiran Somo Kasadi dan isterinya Siti Khoti’ah Hari hendak berangkat haji tersebut.

Perlu diketahui, warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro tahun 2018 ini, yang berangkat haji ada 1.231 CJH. Dari jumlah tersebut, masih didominasi jama’ah usia 40 – 50 tahun dan CJH yang lansia hanya berkisar di angka 30 persen.

**(Tim).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More