Miliki Alat Pendonor Plasma Konvalesen Baru, UDD PMI Bojonegoro Langsung Proses 5 Pendonor

73

BOJONEGORO (RAKYATNESIA) – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, memperoleh bantuan Alat Pendonor Plasma Konvalesen dari Pemkab Bojonegoro, Kamis (22/7/2021).

UDD PMI Bojonegoro yang berada di Jalan Sawunggaling, Bojonegoro Kota itu, langsung memanfaatkan alat tersebut dengan melakukan Launching Kamis (22/7/2021) yang dihadiri Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah dan Kepala Dinas Kesehatan dr Ani Pujiningrum.

Baru 2 hari dilaunching, yakni Kamis (22/7/2021) hingga hari ini Jum’at (23/7/2021), sudah ada 5 pendonor plasma konvalesen.

Kepala Unit UDD PMI Kabupaten Bojonegoro, dr Imam Sutrisno menjelaskan bahwa dari 5 pendonor plasma konvalesen. Kini telah terkumpul 15 Kantong plasma konvalesen  yang masing-masing berisi 200 ml.

“Sekarang masih jalan pendonor ke 6 dan ke 7, dan untuk besok ada 2 pendonor yang sudah terdaftar, mungkin juga masih ada 2 tambahan pendonor lagi nanti,” terangnya.

Pengambilan plasma darah konvalesen ini berbeda dengan donor darah biasa. Untuk mengambil plasma darah, digunakan alat apheresis untuk memisahkan antara sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma konvalesen.

“Untuk prosenya juga agak lama berbeda dengan Donor Darah biasa, donor darah konvalesen kurang lebih butuh waktu 1 jam, sedangkan donor darah biasa cukup dengan waktu 7 menit,” paparnya.

Baca Juga  Peringatan Hari Jadi Polwan RI Ke 73 Polres Bojonegoro, Digelar Tasyakuran Yang Sederhana

Lanjut dr Imam, bahwa banyaknya plasma konvalesen yang dihasilkan juga tergantung dengan berat badan pendonor. Jika lebih dari 100kiligram kurang lebih bisa menghasilkan 4 kantong.

“Kalau pendonor kita yang pertama ini jadi 3 kantong dengan berat badang kurang lebih 70kilogram,” jelasnya.

Dari proses tersebut alat Apherisis dengan otomatis membagi sendiri plasma konvalesen  ke dalam kantong darah yang sudah disiapkan, dalam setiap kantongnya berisi 200 ml.

Ditambahkan, sebelum adanya alat Apherisis pihaknya selalu membawa pendonor ke Sidoarjo untuk melakukan transfusi dan telah ada sekitar 300 kantong yang sudah didistribusikan.

“Kurang lebih sudah ada 300 Kantong yang kami distribusikan, dengan proses yang dilakukan di Sidoarjo,” ungkapnya.

Baca Juga  Hutan RPH Sampang, BKPH Dander, Alami Kebakaran, Yang Membahayakan Pengguna Jalan

Samsul Anam anggota Polres Bojonegoro yang menjadi pendonor pertama yang mendonorkan plasma konvalesenya itu mengatakan bahwa dirinya mendonorkan plasma konvalesen rasanya tidak jauh berbeda seperti donor-donor biasa, hanya saja proses donor tersebut lebih lama dari donor biasanya.

“Rasanya ya seperti donor biasa tapi agak lebih lama donor konvalesen ini,” ungkapnya.

Lanjut Samsul Anam, dirinya telah sembuh dari Covid-19 pada 21 juli lalu itu, berharap plasma konvalesen yang telah Ia donorkan tersebut bisa bermanfaat bagi para pasien yang saat ini masih berjuang melawan virus covid-19.

“Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat. Bagi para penyintas yang sudah sembuh, mari donorkan plasma konvalesenya untuk membantu sesama,” katanya sambil berharap.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More