Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia, Korban Tenggelam di Bengawan Solo, Kendalrejo, Soko

0 102

TUBAN (Rakyat Independen)- Korban tenggelam di Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Tuban, tepatnya turut Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Senin (17/7/217) sekira ukul 15:00 wib, sudah berhasil ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia, Selasa (18/7/2017) sekira pukul 14:10 wib.

Korban bernama Teguh (27) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia yang berjarak 150 meter dari lokasi kejadian atau TKM (Tempat Kejadian Musibah) di Bengawan solo turut Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Tuban atau berbatasan atau berdekatan dengan Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, oleh Tim SAR BPBD Tuban yang beranggotakan 14 personil, Tim Basarnas dari Surabaya 6 personil, Tim SAR Bojonegoro 8 personil dan Relawan dari Bojonegoro dan Tuban.

Peristiwa nahas itu bermula saat korban hendak pulang memancing dari bantaran Bengawan solo yang berada di Desa Sekaran, Kecamatan Bojonegoro, Jawa timur, Senin (17/7/2017) sekira pukul 15:00 wib.

Pada saat itu, korban Teguh (27) seorang warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Tuban, hendak berangkat mancing dan diantar oleh mertuanya Karjan (65) Senin (17/7/2017) sekira pukul 13:00 wib, dengan menggunakan perahu. Sesampainya di lokasi mancing di bantaran sungai terpanjang di Jawa itu, korban ditinggal balik oleh mertuanya.

Usai memancing, korban berkemas hendak pulang ke rumahnya. Sebenarnya korban sudah menghubungi istrinya dan dia bilang jika hendak pulang dengan berenang saja. Padahal, istrinya sudah menawarkan jika korban hendak dijemput lagi. Nahas, menimpa korban, saat berenang diduga korban kelelahan hingga membuatnya tak mampu menyelesaikan renang untuk menyeberangi Bengawan solo itu. Hingga membuat korban tenggelam dan dinyatakan hilang.

Dengan peristiwa itu, akhirnya istri korban Eli Endrawati (19) dengan saksi lain yakni Samian (50) seorang petani asal Desa Kendalrejo Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang juga tetangga korban, melaporkan kejadian itu ke Mahfudin seorang Perangkat desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, untuk laporanya diteruskan ke Mapolsek Soko, Polres Tuban.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan,SH, beserta anggotanya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan menanyai saksi-saksi. Saat itu juga, Kapolsek langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tuban dan BPBD Tuban, untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam kejadian tersebut, selain Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan,SH, beserta anggotanya, datang Tim Tagana dari BPBD Tuban dan Personil Sabhara Polres Tuban, guna melakukan evaluasi kondisi kecelakaan air tersebut.

Pencarian korban Senin tanggal 17 Juli 2017 dilakukan manual dengan perahu warga hingga pukul 17:00 wib. Setelah itu, sekira pukul 17:00 wib, TIM SAR dari BPBD Tuban sebanyak 11 personil datang dan langsung melakukan pencarian, namun hasilnya nihil atau korban belum ditemukan. Selasa (18/7/2017) sekira pukul 02:00 wib Tim SAR BPBD Surabaya datang dengan 6 personil untuk ikut melakukan pencarian.

“Untuk pencarian Selasa 18 Juli 2017, hasilnya nihil. Sehingga pencarian dilanjutkan Selasa (18/7/217) yang dimulai pukul 08:00 wib. Pencarian dilakukan oleh Tim SAR BPBD Tuban dengan 14 personil dan ada bantuan dari Basarnas Surabaya dengan 6 personil dan dibantu oleh Tim SAR BPBD Bojonegoro sebanyak 8 personil,” tegas Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan,SH, Selasa (18/7/2017).

Agar segera menemukan korban, pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian hingga ke radiaus 15 kilo meter (km) yang melintasi 3 desa yakni, di bengawan masuk wilayah Desa Mojoagung, Pandanwangi, Glagahsari. Namun, hingga berita ini diturunkan korban juga belum ditemukan.

“Alhamdulillah, akhirnya korban berhasil ditemukan Selasa Selasa (18/7/2017) sekira pukul 14:10 wib. Korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, yaitu sekira 150 meter dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi oleh Tim SAR ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab kematian korban,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis menyebutkan, korban meninggal dunia murni karena tenggelam. Sebab, dalam pemeriksaan medis yang disaksikan Polsek Soko, di tubuh korban tak ditemukan bekas kekerasan atau penganiayaan dalam peristiwa tersebut.

“Korban dinyatakan meninggal dunia murni karena tenggelam sehingga langsung diserahkan kepada keluarganya untuk segera dikebumikan,” pungkasnya. **(Mudji/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More