Korban Tenggelam di Bengawan Solo Kendalrejo, Soko, Belum Ditemukan

0 80

TUBAN (Rakyat Independen)- Korban tenggelam di Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Tuban, tepatnya turut Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, memakan korban. Kali ini, seorang warga setempat sepulang memancing dari bantaran Bengawan solo di Desa Sekaran, Kecamatan Bojonegoro, Jawa timur, Senin (17/7/2017) sekira pukul 15:00 wib.

Peristiwa itu berawal saat korban Teguh (27) seorang warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Tuban, diantar oleh mertuanya Karjan (65) Senin (17/7/2017) sekira pukul 13:00 wib, dengan menggunakan perahu. Sesampainya di lokasi mancing di bantaran sungai terpanjang di Jawa itu, korban ditinggal balik oleh mertuanya.

Usai memancing, korban berkemas hendak pulang ke rumahnya. Sebenarnya korban sudah menghubungi istrinya dan dia bilang jika hendak pulang dengan berenang saja. Padahal, istrinya sudah menawarkan jika korban hendak dijemput lagi. Nahas, menimpa korban, saat berenang diduga korban kelelahan hingga membuatnya tak mampu menyelesaikan renang untuk menyeberangi Bengawan solo itu. Hingga membuat korban tenggelam dan dinyatakan hilang.

Dengan peristiwa itu, akhirnya istri korban Eli Endrawati (19) dengan saksi lain yakni Samian (50) seorang petani asal Desa Kendalrejo Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang juga tetangga korban, melaporkan kejadian itu ke Mahfudin seorang Perangkat desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, untuk laporanya diteruskan ke Mapolsek Soko, Polres Tuban.

Korban Tenggelam di Bengawan Solo Kendalrejo, Soko, Belum Ditemukan 1
Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan,SH, bersama warga saat berada di lokasi kejadian, korban tenggelam Teguh (27) di Bengawan solo, turut Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Senin (18/7/2017).

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan,SH, beserta anggotanya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan menanyai saksi-saksi. Saat itu juga, Kapolsek langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tuban dan BPBD Tuban, untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam kejadian tersebut, selain Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan,SH, beserta anggotanya, datang Tim Tagana dari BPBD Tuban dan Personil Sabhara Polres Tuban, guna melakukan evaluasi kondisi kecelakaan air tersebut.

Pencarian korban Senin tanggal 17 Juli 2017 dilakukan manual dengan perahu warga hingga pukul 17:00 wib. Setelah itu, sekira pukul 17:00 wib, TIM SAR dari BPBD Tuban sebanyak 11 personil datang dan langsung melakukan pencarian, namun hasilnya nihil atau korban belum ditemukan. Selasa (18/7/2017) sekira pukul 02:00 wib Tim SAR BPBD Surabaya datang dengan 6 personil untuk ikut melakukan pencarian.

“Untuk pencarian Selasa 18 Juli 2017, hasilnya nihil. Sehingga pencarian dilanjutkan Selasa (18/7/217) yang dimulai pukul 08:00 wib. Pencarian dilakukan oleh Tim SAR BPBD Tuban dengan 11 personil dan ada bantuan Tim SAR BPBD Surabaya dengan 6 personil,” tegas Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan,SH, Selasa (18/7/2017).

Agar segera menemukan korban, pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian hingga ke radiaus 15 kilo meter (km) yang melintasi 3 desa yakni, Desa Mojoagung, Pandanwangi, Glagahsari. Namun, hingga berita ini diturunkan korban juga belum ditemukan.

Masih menurut kapolsek, jika ada masyarakat yang mengetahui adanya korban tenggelam yang muncul ke permukaan, harap melaporkan ke Mapolsek Soko atau ke kepala desa setempat agar laporan bisa diteruskan ke Polsek Soko atau langsung ke Posko Tim SAR yang ada di lokasi kejadian yaitu di Bengawan Solo, yang berada di Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Tuban.

Adapun ciriciri korban, tinggi badan 168 centi meter, Berat badan 63 kg, perawakan tubuh sedang, memakai celana pendek warna hijau, memakai kaos panjang warna merah dan membawa sebuah payung. **(Mudji/Red).

 

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More