Bus Cafe Lamongan, Bisa Ngopi Sambil Jalan – Jalan, Udah Coba Belum ?

28

Rakyatnesia.com – Ada Inovasi baru di Lamongan, yakni sebuah Bis Cafe di Lamongan, Pelanggan Bisa Menikmati Kopi sambil jalan – jalan.

Seperti kita ketahui bahwa Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor apalagi bagian pariwisata. Akhirnya, pelaku bisnis di sektor ini mencari cara untuk tetap bertahan. Seperti inovasi yang dijalankan pelaku usaha wisata di Lamongan, yang berinovasi dengan membuat bus cafe.

Sensasi ngopi dalam bus sambil jalan-jalan disuguhkan PO Biru Samudra Lamongan. PO yang biasanya melayani rute wisata ini menyulap armada busnya menjadi bus cafe yang mereka sebut Blue Cafe.

“Berawal dari awal pandemi kemarin banyak armada yang nganggur dan tidak jalan sama sekali. Selain itu, kru juga sempat nganggur karena armada juga berhenti,” kata Tina Indriani, pemilik PO Biru Samudra dalam perbincangannya dengan wartawan, Kamis (16/7/2020).

Selama hampir 5 bulan sejak pandemi COVID-19, lanjut Tina, pelaku usaha wisata termasuk jasa transportasi tidak memiliki penghasilan sama sekali. Sehingga pelaku wisata, khususnya jasa transportasi seperti dirinya yang hanya mempunyai trayek pariwisata harus memutar otak agar bisa bertahan.

Salah satunya, terang Tina, merubah bus wisata mereka menjadi kafe berjalan. Sehingga pengunjung bisa merasakan sensasi ngopi sambil jalan-jalan.

“Ngopi di rumah sudah biasa, pun di kedai, maupun coffee shop. Sementara belum banyak orang yang pernah merasakan ngopi dalam bus. Bus cafe ini bisa menjadi obat buat yang mulai jenuh di rumah dan rindu akan aktivitas luar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ungkap Tina.

Pelanggan bisa jalan-jalan keliling kota Lamongan dengan hanya Rp 25 ribu. Atau Rp 50 ribu untuk jalan-jalan ke wilayah Pantura Lamongan dan Gresik, dan bisa mendapatkan makanan ringan dan minuman sembari jalan-jalan.

“Protokol kesehatan tetap kami terapkan, pelanggan akan dicek suhunya sebelum naik dan disediakan hand sanitizer, pelanggan dan kru wajib memakai masker, dan tempat duduk bersilang,” imbuhnya.

Tina menuturkan, bentuk bus yang semula berisi 60 kursi penumpang mereka ubah menjadi 30 kursi. Tata letak kursi pun mereka buat selayaknya sebuah cafe dengan membuat kursi dan meja saling berhadapan. Pengusaha bus wisata di Lamongan ini juga bekerja sama dengan kafe-kafe yang populer di Lamongan di mana kafe-kafe ini menyediakan semua menu di Bus Cafe.

“Keberadaan bus cafe ini disambut begitu antusias oleh pelanggan. Pelanggan juga harus reservasi dulu,” terangnya.

Salah seorang pelanggan bus cafe, Yuni menuturkan, keberadaan bus cafe bisa menjadi salah satu alternatif untuk ngopi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain bisa ngopi, pelanggan juga bisa jalan-jalan keliling Kota Lamongan atau ke Gresik dan Pantura Lamongan.

“Lumayan bisa untuk refreshing,” katanya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More