Melongok, Tradisi Sedekah Bumi Dusun Sampang dengan Memberi Makan Ikan di Sendang

0 213

Siang itu, di luar suasana sangat panas menyengat, namun lain halnya dengan kondisi di dalam area Sendang Sampang yang berada di Dusun Sampang, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, terasa cukup dingin dan sejuk. Walaupun, terdapat ratusan warga baik tua, muda, remaja bahkan anak-anak, warga setempat tumplek blek di sendang yang dikeramatkan oleh warga tersebut.

Ada hal yang menarik, melongok sedakah bumi atau yang biasa disebut manganan yang ada di Dusun Sampang, dimana terdapat adat untuk memberikan makan ikan yang ada di sendang, dengan cara melempar beras (nyawur beras, Jawa red) ke dalam sendang yang merupakan sumber air di dusun yang berada di tengah-tengah dusun tersebut.

Warga yang datang mengikuti adat memberi makan ikan itu, terbanyak dari kalangan ibu-ibu yang datang bersama anak-anaknya. Mereka datang bersama anak-anaknya memberikan makan ke ikan-ikan yang ada di sendang dengan beras yang merupakan hasil dari perut bumi di Dusun Sampang tersebut.

Seorang warga Suniti (62) yang tinggal di Dusun Sampang, Desa Buntalan, RT 003, RW 001, Kecamatan Temayang, datang ke sendang dengan mengikuti tradisi ‘sawur beras’ ke dalam sumber air utama yang ada di sendang tersebut.

“Nggih, nderek adat nenek moyang dusun Sampang niki mas – Ya mengikuti adat nenek moyang Dusun Sampang sini mas,” katanya dengan bahasa Jawa yang masih kenthal, Senin (17/7/2017).

Melongok, Tradisi Sedekah Bumi Dusun Sampang dengan Memberi Makan Ikan di Sendang 1
Warga Dusun Sampang saat mengikuti selamatan di halaman selatan Sendang Sampang, yang berada di Dusun Sampang, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Senin (17/7/2017).

Mereka yang sawur beras sangat senang, jika ikan-ikan yang berada di air sendang itu muncul. Jika ikan yang muncul yang cukup besar, diyakini rejeki ke depannya bakal semakin gedhe. Sehingga, banyak dari mereka setelah ngasih makan ikan, mereka sambil memperhatikan ikan-ikan yang nampak ke permukaan air sendang tersebut.

Hanya saja, di tradisi sawur beras kali ini ada yang berbeda. Panitia, menyiapkan wadah berupa zak di 2 (dua) pintu masuk ke sendang. Agar warga tak memasukkan semua beras yang di bawa ke dalam air sendang. Karena kalau terlalu banyak beras yang dimasukkan ke dalam sendang itu, malah bisa mengganggu kondisi air di sendang tersebut.

“Kalau terlalu banyak beras yang dimasukkan ke sendang untuk mengikuti tradisi ngasih makan ikan dengan nyawur beras itu bisa mengganggu air karena bisa berbau. Sehingga, nyawur beras itu dijadikan sebagai syarat saja. Sebagian beras, dikumpulkan ke dalam wadah yang disiapkan dan berasnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Semua kegiatan dikelola oleh adik-adik Karang taruna,” demikian seperti yang disampaikan Kades Buntalan Muntoro (48) sambil didampingi Sekdes Agung Junianto, saat ditemui di sela-sela acara sedekah bumi tersebut, Senin (17/7/2017).

Usai memberikan makan ikan, kemudian warga berkumpul di area halaman selatan Sendang, untuk mengikuti acara tasyakuran berupa tumpengan. Kades Buntalan Muntoro (48) sambil didampingi Kasi PMD Kecamatan Temayang Sukirno, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa setempat. **(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More