Penjual Pisang Tewas Mendadak Di Pasar Kota Bojonegoro. Diduga Sakit Jantungnya Kambuh

0 87

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Diduga karena sakit jantung yang dideritanya kambuh, membuat Sumi (60) seorang pedagang pisang, meninggal dunia mendadak, di Pasar Kota Bojonegoro, turut wilayah Kelurahan Ledokwetan, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (15/7/2017) sekira pukul 10:30 wib.

Sontak, warga yang sedang berbelanja di Pasar Kota Bojonegoro itu gempar dengan adanya penemuan jasad korban bernama Sumi (60), warga Desa Belun RT 004, RW 004, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, yang ditemukan tergelak, di dalam kamar mandi di dalam pasar tersebut.

Penemuan jasad korban itu, pertama diketahui oleh penjaga toilet, bernama Isrotul (18), warga Desa Ngraseh, RT 020, RW 002, Kecamatan Dander, Bojonegoro, saat itu dia mendengar korban sedang muntah-muntah di dalam kamar mandi. Setelah ditunggu tak keluar-keluar, akhirnya 15 menit kemudian, penjaga toilet itu menengok korban dan membuka kamar mandi tersebut sebab kondisinya tak terkunci.

Betapa kagetnya Isrotul, saat melihat korban sudah dalam kondisi tergeletak di dalam kamar mandi tersebut. Sehingga, penjaga toilet sekaligus saksi itu memanggil Fatkurohman (26), warga Desa Tapelan, RT 008, RW 002, Kecamatan Kapas, Bojonegoro dan Sudarko (62), warga Kelurahan Sumbang, RT 011, Kecamatan Bojonegoro Kota, guna membantu membawa korban keluar dari dalam kamar mandi.

Saat dibawa keluar dari kamar mandi, korban dalam keadaan lemas dan tidak sadarkan diri dan beberapa saat kemudian, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Kapolsek Kota Bojonegoro Kompol M. Usman kepada para awak media membenarkan adanya kejadian seorang pedagang pisang bernama Sumi (60), warga Desa Belun, RT 004, RW 004, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, yang ditemukan tergelak, di dalam kamar mandi di dalam pasar tersebut dan korban menghembuskan nafas yang terakhir alias meninggal dunia di dalam pasar tersebut.

Peristiwa yang telah dilaporkan ke Polsek Bojonegoro Kota tersebut, akhirnya Kapolsek kota bersama petugas langsung datang ke lokasi kejadian bersama-sama petugas kesehatan, guna melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui panjang mayat 162 centimeter, kulit coklat asia, korban mengenakan pakaian baju daster warna hijau motif batik bunga dan menggunakan jilbab.

Sedangkan berdasarkan pemeriksaan petugas medis, diketahui pembuluh darah (vena) korban dalam keadan lurus mengencang, ada peningatan tekanan. “Tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan atau penganiayaan sebelum korban meninggal dunia,” terangnya.

Kapolsek menambahkan bahwa berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan saksi-saksi, korban memiliki riwayat sakit jantung dan diabetes. “Diduga kuat kematian korban diakibatkan penyakit jantung yang telah lama dideritanya kambuh,” lanjut Kompol M Usman MPd, Sabtu (15/7/2017).

Atas peristiwa ini, ahli waris korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan tidak akan menutut pihak manapun atas meninggalnya korban.

Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya sekira pukul 15:30 wib dan dibawa oleh keluarganya ke rumah duka untuk segera dimakamkan. **(Yus/Red).

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More