Sepulang dari Ladang, Seorang Warga Bobol Sekar Lakukan Gantung diri

0 209

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Ada lagi, warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, gantung diri (kendhat, Jawa red). Kali ini, korban seorang petani bernama Sukarno (34) warga Desa Bobol RT 042, RW 012, Kecamatan Sekar, Bojonegoro. Korban ditemukan tewas, Sabtu (14/7/2018) sekira pukul 10:45 wib.

Peristiwa itu berawal saat hari Sabtu (14/7/2018) saat korban bersama isteri, anak dan mertuanya pergi ke ladang sekira pukul 06:30 wib. Namun, sekira pukul 09:30 wib korban pulang ke rumah terlebih dahulu.

Selanjutnya, mertua korban juga pulang ke rumah sekira pukul 11:45 wib. Alangkah kagetnya, ketika mengetaui menantunya sudah menggantung di sebuah blandar rumah bagian belakang. Melihat kejadian itu, mertua korban yang juga saksi dalam kejadian itu berteriak minta tolong, hingga membuat warga berhamburan datang menghampirinya.

Bersama tetangganya, lalu dilakukan pengecekan kondisi korban dan ternyata korban sudah tak bernyawa lagi alias sudah meninggal dunia. Sehingga kejadian itu, dilaporkan ke Mapolsek Sekar sekira pukul 11:20 wib.

Kapolsek Sekar AKP Rumadi membenarkan adanya kejadian gantung diri, yang menimpa seorang warga di wilayahnya. Korban sebelumnya, memiliki riwayat gangguan sakit jiwa dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Solo, Jawa tengah.

Mendapat laporan, pihaknya langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), menanyai para saksi dan mengumpulkan barang bukti atas kejadian tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui ciri ciri mayat korban, dengan panjang mayat 170 cm, rambut hitam, celana kolor pendek warnan abu-abu dengan menggunakan kaos warna hijau. Di leher korban terdapat bekas jeratan tali, lidah menjulur dan kemaluan korban mengeluarkan sperma.

“Dalam pemeriksaan medis yang dilakukan oleh Tim medis Puskesmas Sekar yang dipimpin oleh Dr Andik Sujatmiko menyebutkan, bahwa sebelum korban meninggal dunia karena gantung diri, tak ada tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan. Sehingga korban dinyatakan meninggal dunia murni karena gantung diri dan tak ada penyebab lainnya,” demikian disampaikan Kapolsek Sekar AKP Rumadi, Sabtu (14/7/2018).

Keluarga korban tak mengijinkan jika korban diotopsi karena mereka menerima kematian korban merupakan takdir dan mereka tak menyalahkan siapapun. Oleh pihak Polsek Sekar, keluarga korban diminta membuat surat pernyataan bermaterai dengan disaksikan oleh Kades Bobol Harinto. Dalam suratnya mereka menyatakan tak akan menggugat siapapun dan pihak manapun dalam kejadian tersebut.

Sehingga jasad korban langsung diserahkan kepada keluarganya, untuk segera dikebumikan.

**(Yus/Red).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More