3 Pesilat Ngawi Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota Perguruan Silat Lain

Panjoel Kepo

3 Pesilat Ngawi Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota Perguruan Silat Lain
Bagikan

rakyatnesia.com – Satreskrim Polres Ngawi menangkap tiga remaja anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) karena terlibat dalam pengeroyokan terhadap anggota perguruan silat lain.

Korban, anggota pesilat IKSPI Kera Sakti berinisial AYP (28) asal Desa Jagir, Kecamatan Sine, Ngawi, mengalami kekerasan dari ketiga tersangka.

Kapolres Ngawi, AKBP Argowiyono, mengonfirmasi penangkapan tersebut, mengatakan, “Ada tiga pelaku pesilat yang kita amankan terkait tindakan kekerasan pengeroyokan terhadap anggota salah satu perguruan silat,” ujar Argowiyono kepada rakyatnesia pada Selasa (9/7/2024).

Baca Juga  Warga Tuban Temukan Bayi di Teras Rumah yang Dikira Tangisan Hantu

Argo mengatakan, ketiga pelaku yakni YSP (20), ADM (22) dan satu di antaranya masih di bawah umur, sehingga tidak dilakukan penahanan. Semua pelaku, kata Argo merupakan warga satu desa dari Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar.

“Semua pelaku warga satu desa yang satu di antaranya masih di bawah umur,” kata Argo.

Argo menjelaskan, insiden terjadi awalnya pada Minggu (16/6/2024), sekira pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, ketiga pelaku usai menghadiri kegiatan tes salah satu perguruan silat (PSHT) di Desa Sekarjati, Kecamatan Karanganyar. Mereka berkonvoi dengan sepeda motor dan melihat korban mengenakan baju atribut pesilat IKSPI.

Baca Juga  Kasus Penggelapan Mobil Rental Burhanis: Satu Unit Ertiga Masih Hilang di Lamongan

“Jadi pemicunya gegara korban mengenakan baju atribut pesilat lain saat para pelaku melihatnya usai pulang acara,” ungkap Argo.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Joshua mengatakan, ada barang bukti yang diamankan. Yakni sebatang kayu yang patah menjadi dua bagian. Kayu tersebut digunakan pelaku untuk memukul korban.

“Kita amankan sebatang kayu yang sudah patah jadi dua bagian. Sebuah jaket hoodie bertuliskan pasukan kera liar dan video rekaman saat kejadian,” papar Joshua.

Joshua menambahkan, pelaku dijerat pasal 170 ayat (1), (2) ke 1e KUHP atau Pasal 76 c Jo Pasal 80 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014
tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga  Momen Sakral Larung Sesaji Telaga Ngebel Ponorogo di Awal Bulan Suro

“Kita jerat pasal dengan ancaman hukuman dengan penjara selama-lamanya 7 tahun penjara,” tandas Joshua.

Bagikan

Also Read