Polres Bojonegoro, Laksanakan Rekonstruksi 3 Kasus Curas dan Curat

0 71

BOJONEGORO (Rakyat Indeenden)- Jajaran Sat Reskrim Polres Bojonegoro Rabu, (5/7/2017), laksanakan 3 (tiga) rekonstruksi kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang tersangkanya merupakan sindikat dan saling ada keterkaitan dalam ketiga kasus pencurian tersebut. Saat ini penyidik masih terus mengembangkan dan mendalami kasus tersebut, terkait adanya kemungkinan tersangka lain.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro,SH ,SIK,M.Si, memimpin langsung rekronstruksi tersebut dengan didampingi Wakapolres Bojonegoro Kompol Dodon Priyambodo, Kabag Ops Kompol Teguh Santoso,SE, Kasat Reskrim AKP Sujarwanto,SH, dan satu pleton anggota pengamanan dengan perwira pengendali Kasat Sabhara AKP Syabain Rahmat, termasuk para Kapolsek yang menjadi TKP kasus pencurian tersebut, yakni Kapolsek Gayam AKP Wiwin Rusli, Kapolsek Tambakrejo AKP Mohtarom dan Kapolsek Padangan Kompol Eko Dani Rinawan.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Sujarwanto,SH, dalam rekontruksi tersebut penyidik sempat menghadirkan 4 (empat ) orang tersangka, yaitu TR alias Triplek (21) warga Desa Nglencong Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, HJM al GTO (41) warga Dukuh Kalijalen Desa Patalan Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, HRC bin SPM (30), warga Desa Jiken Kecamatan Jiken Kabupaten Blora dan YM als MO (53), warga Desa Cendono Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

“Para tersangka merupakan sindikat yang saling terkait dalam kasus curat di 3(tiga) lokasi yang berbeda tersebut,” ungkap Kasat Reskrim AKP Sujarwanto,SH, Rabu (5/7/2017).

Polres Bojonegoro, Laksanakan Rekonstruksi 3 Kasus Curas dan Curat 1
Tampak, suasana rekonstruksi curat dan curat di tiga lokasi yang berbeda, yakni di wilayah Polsek Gayam, Polsek Padangan dan Polsek Tambakrejo, Rabu (5/7/2017).

Sementara korbannya, Supardi (42) pemilik toko warga Dusun Bulu Desa Ngraho Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Mamat Masrukin (35) warga Desa Sukorejo Kecamatan Tambakrejo dan Winarti (32) warga Desa Cendono RT 010 RW 002 Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro.

Kasat Reskrim menambahkan, untuk kasus curat di Gayam, terdapat 8 tersangka, dimana 4 orang tersangka, yaitu SN bin SM (35) warga Desa Ngraho Kecamatan Gayam, ED bin SKN (27) warga Desa Beged Kecamatan Gayam, MF als Baron (25) warga Desa Gapluk Kecamatan Purwosari dan KR warga Desa Cengungklung Kecamatan Kalitidu, sudah di vonis hukuman, sedangkan 2 orang tersangka lainnya yaitu TR alias Triplek (21) dan HJM al GTO (41) saat ini sedang melakukan rekkontruksi serta 2 orang tersangka lagi masih DPO.

Sementara untuk kasus curat di Tambakrejo, terdapat 4 orang tersangka, yaitu TR alias Triplek (21) warga Desa Nglencong Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, BY als Banyol (30), warga Desa Beged Kecamatan Gayam, telah menjalani hukuman di Lapas Ngawi, KM bin KMR (33) warga Desa Cengungklung Kecamatan Gayam, telah menjalani hukuman di Lapas Ngawi dan SBU als Momok (41) warga Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo juga telah menjalani hukuman di Lapas Ngawi.

Sedangkan untuk kasus curat di Padangan, tersangkanya 4 orang, yaitu HJM al GTO (41), HRC bin SPM (30) dan YM als MO (53), ketiganya dihadirkan dalam rekonstruksi, serta seorang tersangka lagi berinisial BY als Banyol (30), warga Desa Beged Kecamatan Gayam, saat ini telah menjalani penahanan di Lapas Ngawi, dalam perkara lain.

“Tersangka HJM al GTO, terlibat pencurian di Gayam dan Padangan, sedangkan tersangka TR als Triplek dan BY als Banyol terlibat pencurian di Gayam dan Tambakrejo” imbuh Kasat Reskrim.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi, kepada para awak media mengungkapkan bahwa para pelaku merupakan sindikat pencurian yang kerap kali menjalakan aksinya khususnya di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Blora dan Ngawi.

“Penyidik masih terus mengembangkan kemungkinan adanya pelaku atau korban lainnya,” ungkap Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si, Rabu (5/7/2017).

Penyidik para tersangka dijerat dengan pasal berlapis . Atas perbuatannya, para tersangka disangka telah melanggar Pasal 365 KUHP jo Pasal 363 KUHP, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. **(Kis/Red).

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More