Tambang Semen Gresik Conveor Tuban IV di Kerek, Geger. Ada Seorang Karyawan Yang Gantung Diri

0 199

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Seorang karyawan di area Tambang Semen Gresik Conveor Tuban IV, yang berada di Dusun Ngetuk, Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa timur, ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri, Selasa (4/7/2017) sekira pukul 06:30 wib.

Peristiwa itu bermula, saat Khoirudin bin Tasrip (22) yang tinggal bersama orang tuanya di Dusun Karangrejo, Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, berpamitan dengan orang tuanya untuk berangkat kerja Selasa (4/7/2017) agak pagi, sekira pukul 06:30 wib. Menurutnya, dia hendak ceck lock di tempat kerjanya agak pagi.

Sesampainya di tempat kerjanya, korban langsung ceck lock lalu menuju lokasi mesin yang akan di jalankan dan dibersihkan terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian, melintaslah Tarjianto yang juga saksi kejadian tersebut yang saat itu juga hendak cek lock. Pada saat itu, saksi juga melihat jika sepeda motor milik korban sudah berada di tempat kerjanya.

Setelah itu, saksi menengok ke dalam ruang mesin conveyor. Alangkah kagetnya, saksi melihat korban sudah dalam keadaan menggantung di besi penyangga claser di tempat kerjanya itu. Mengetahui kondisi tersebut, saksi langsung berlari untuk menghubungi Scurity yang sedang jaga di sekitar lokasi tersebut. Saksi, juga memberitahukan kepada para pekerja yang ada di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Kapolsek Kerek AKP Tamami kepada rakyatindependen.id membenarkan jika telah terjadi peristiwa gantung diri seorang karyawan di area tambang T Semen Gresik Conveor Tuban Khoirudin Bin Tasrip (22) dengan TKP di Dusun Ngetuk, Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa timur. Dimana, korban ditemukan oleh rekan kerjanya dalam kondisi mengggantung di besi penyangga claser di tempat kerjanya itu., Selasa (4/7/2017).

Mendapat laporan, pihaknya bersama anggota langsung menuju ke TKP untuk melakukan evakuasi korban, melakukan olah TKP serta menanyakan pada para saksi dalam kejadian nahas tersebut.

“Kami langsung datang bersama anggota dan Tim Identifikasi dari Polres Tuban untuk melakukan olah TKP dan apa motif dibalik nekadnya korban yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu,” tegas Kapolsek Kerek AKP Tamami, Selasa (4/7/2017).

Hingga saat berita ini di applaud, pihak Polsek Kerek dan Polres Tuban, belum memberikan keterangan atas motif dibalik nekadnya seorang karyawan semen yang nekad mengakhiri hidunya dengan cara gantung diri alias kendhat itu.

Barang bukti yang berhasil dikumulkan, yakni, 1 (satu) utas tali tampar plastik warna hijau, panjang sekitar 1,3 meter. 1 (satu) pasang sepatu sefty warna hitam milik korban. 1 (satu) buah topi warna hitam putih dan 1 (satu) buah HP merk samsung milik korban.

 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban dinyatakan meninggal murni karena gantung diri. Sebab, tidak ditemukan bukti kekerasan ataupun penganiyaan sebelum korban tewas karena gantung diri itu. Sehingga jasad korban langsung kita serahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan,” ungkapnya.

Data yang berhasil diperoleh rakyatindependen.id di lapangan menyebutkan, korban memiliki riwayat Sakit jiwa dan pernah menjalani perawatan di RSJ Menur Surabaya dan hingga saat ini masih dalam pengawasan. **(Mudji/Red).

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More