Kecelakaan Libatkan Kereta Api Terjadi Di Waru Kulon, Pucuk, Bocah 3 Tahun Meninggal Dunia

18

Berita Lamongan – Sepanjang jalan Babat Lamongan terlihat lintasan Kereta Api memanjang, beberapa perlintasan kereta api tersebut tidak ada palang pintu pengaman, salah satunya di Desa Waru Kulon, Pucuk.

Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta, akibatnya bocah berusia 3 tahun meninggal dunia karena terseret Kereta api.

Peristiwa itu terjadi Kamis (2/7/2020) pagi sekira pukul 07.00. Saat itu mobil Suzuki Ertiga S 1063 JS yang dikemudikan Galih (24) warga Waru Kulon, Kecamatan Pucuk melintasi rel kereta api dari arah utara ke selatan. Di dalam mobil, Galih bersama ponakannya Azam yang masih berusia 3 tahun. Tepat berada di tengah rel, tiba-tiba mobil yang dikemudikan Galih mesinnya mati.

baca juga :

“Di saat hampir bersamaan datang KA Maharani jurusan Surabaya-Semarang dari arah timur dengan No Log CC 206,” cerita Kapolsek Pucuk AKP Siswoyo kepada wartawan Kamis (02/07/2020).

Karena jarak sudah sangat dekat dan laju kereta sangat cepat, kedua korban tak sempat keluar dari mobil, sehingga tabrakan tak terelakkan lagi.

“Karena kuatnya tabrakan Mobil korban terpental ke sebelah kanan rel kereta sejauh 15 meter,” tukas Siswoyo.

Mendengar benturan keras, sontak warga sekitar berusaha menolong penumpang mobil. Saat dievakuasi, Azam yang masih balita meninggal di Lokasi kejadian, Sementara Galih mengalami luka serius.

“Keduanya dibawa ke Rumah sakit Muhammadiyah Lamongan, sementara mobilnya dibawa ke Kantor Polsek Pucuk,”Ujar Emran, salah satu warga yang membantu evakuasi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More