Warga Ngambon Akhiri Hidupnya Dengan Gantung diri, Diduga Depresi Karena Sakitnya Tak Kunjung Sembuh

0 131

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Ada lagi warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang mengkhiri hidupnya dengan gantung diri (Kendat, Jawa red), Sabtu (1/7/2017).

Kali ini, korban bernama Minah (75) seorang Dusun Duri, Desa Ngambon, RT 016, RW 004, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan tewas gantung diri di belandar rumahnya, Sabtu (1/7/2017) sekira Pukul 06:00 wib.

Korban tewas gantung diri itu, diketahui paling awal oleh keponakannya sendiri yaitu  Winartik warga Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Saat itu Winartik yang merupakan saksi kejadian, bertandang ke rumah korban untuk mengantarkan makanan berupa lontong sayur untuk makan korban. Tapi sayangnya, korban sudah ditemukan tewas menggantung di blandar rumahnya.

Saat saksi datang ke rumah korban, rumah dalam keadaan tertutup rapat sehingga saksi meminta tolong pada Kasun  setempat, untuk membantu membuka pintu yang ditutup dengan ‘dicengkal’ dari dalam itu. Betapa kagetnya, setelah mengetahui Minah (75) gantung diri dan diketahui telah meninggal dunia itu.

Melihat kejadian itu, akhirnya mereka melaporkannya ke Maolsek Ngambon, untuk melakukan tindakan lebih lanjut. Selanjutnya, anggota Polsek datang ke lokasi kejadian dengan didampingi oleh Tim Medis dari Puskesmas Ngambon.

Kapolsek Ngambon AKP Supriyono kepada para awak media membenarkan adanya kejadian gantung diri di wilayahnya tersebut. Dia menjelaskan, setelah mendapat laporan dirinya langsung memerintahkan anak buahnya untuk mendatangi lokasi kejadian, melakukan evakuasi, olah TKP dan menanyai saksi-saksi.

“Anggota kami langsung ke lokasi kejadian, untuk melakukan evakuasi, olah TKP dan menanyai saksi-saksi dalam kejadian tersebut. Selanjutnya, turut ke lokasi adalah tim medis dari Puskesmas Ngambon, untuk melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban,” tegas Kapolsek Ngambon AKP Supriyono, Sabtu (1/7/2017).

Dari hasil identiflkasi, diketahui ciri-ciri mayat korban yakni, Iidah menjulur tergigit dan berdarah, mengenakan celana dari bahan kaos (trining) warna hitam, mengenakan baju gamis warna merah maroon motif kembang-kembang dengan Iengan warna hitam serta berkerudung.

“Korban tinggal sendirian dirumahnya dan sedang menderita sakit di kakinya akibat kecelakaan yang dialaminya dan tak kunjung sembuh-sembuh. Diduga korban merasa depresi sehingga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis dari Puskesmas Ngambon, tidak di ketemukan adanya tanda-tanda penganiyaan dan kekerasan dalam tubuh korban, sehingga kotrban dinyatakan meninggal dunia murni karena gantung diri. Sehingga jasad korban langsung dierahkan ke keluarganya untuk segera dimakamkan. **(Yan/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More