Sudah Ada Wanita Yang Mengaku Sebagai Pemilik Tas Yang Ditemukan, di Terminal Rajekwesi Bojonegoro

0 84

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Arus balik lebaran pada H+3 Kamis (29/6/2017), terminal pemberangkatan pada Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Jawa timur, mulai ramai dipadati penumpang yang hendak menggunakan jasa bus AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) maupun AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Dibalik ramai arus balik itu, ada insiden ditemukannya tas warna hita di kursi ruang tunggu terminal, hingga membuat panik warga, karena tas diduga berisi barang berbahaya atau bom.

Kwatir, terjadi hal-hal yang tak diinginkan akhirnya temuan itu dilaporkan pada anggota polisi yang sedang berjaga di Pos Pengamanan Operasi Ramadniya Semeru 2017 yang berada di kawasan dalam Terminal Rajekwesi Bojonegoro itu. Mendapat laporan tersebut akhirnya petugas datang ke lokasi sekaligus untuk memastikan jika tas tersebut aman dan tak ada barang berbahaya alias bom.

Tas temuan itu, setelah dipastikan bahwa tas tersebut tidak berisi barang yang berbahaya, akhirnya dibawa ke Pos Pam di dalam terminal Rajekwesi, lalu dibuka. Ternyata, setelah dibuka diketahui bahwa tas tersebut berisi sejumlah barang dan uang tunai sebesar Rp 12 juta.

Menurut keterangan Perwira Pengendali (Padal) Ops Ramadniya Semeru 2017 Pos Pengamanan di kawasan Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Ipda M Thohir, kronologi penemuan tas berisi uang tersebut bermula pada Kamis (29/6/2017) sekira pukul 13:50 wib, ada seorang warga masyarakat yang melihat tas yang tertinggal di kursi tunggu di dalam Terminal Rajekwesi Bojonegoro. Selain itu, petugas dari Dinas Perhubungan juga turut mengetahui keberadaan tas yang tertinggal tersebut.

“Karena warga dan petugas tersebut takut, jangan-jangan tas tersebut berisikan barang berbahaya atau bom, akhirnya mereka menghubungi petugas yang sedang jaga di Pos Pam terminal,” ungkap anggota yang sehari-hari menjabat Kanit Sabhara Polsek Dander tersebut.

Setelah menerima laporan, lanjut Ipda M Thohir, selanjutnya dirinya bersama 2 (dua) orang anggota, mendatangi lokasi penemuan tas tersebut.

Keberadaan tas tersebut, sempat membuat panik warga yang sedang berada di dalam terminal tersebut, sehingga anggota segera mengambil langkah menenangkan situasi, agar warga tidak perlu panik dan takut. Seba, menurut pengamatan petugas, tas tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda yang mencurugakan.

“Awalnya kami juga sempat curiga, tetapi dari bentuk tas dan cara meletakkan tas tersebut, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan,” lanjut Ipda M Thohir.

Selanjutnya, petugas segera mendekati tas tersebut dan mencoba membuka terlebih dahulu tas tersebut dan memang benar, tidak ditemukan barang yang berbahaya di dalam tas tersebut, sehingga sebelum melihat isi keseluruhan dari tas tersebut, petugas membawa tas ke Pos Pengamanan yang ada di kawasan terminal tersebut.

“Sesampai di pos dan dilakukan pemeriksaan isi tas tersebut, petugas menemukan sejumlah barang. Dan yang mengejutkan, di dalam tas tersebut juga ditemukan uang tunai sebesar Rp 12 juta. Uang tersebut dalam pecahan seratus ribu dan lima puluh ribuan,” imbuh Ipda M Thohir.

Masih menurut Ipda M Thohir, setelah diketahui tas tersebut berisi sejumlah barang dan uang tunai, petugas segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan.

Secara terpisah, Kapolsek Bojonegoro Kota, Kompol M Usman, ketika dihubungi para awak media membenarkan jika anggota Pos Pengamanan Ops Ramadniya Semeru 2017 yang berada di kawasan Terminal Rajekwesi Bojonegoro telah menemukan dan mengamankan sebuah tas yang berisikan sejumlah barang dan uang tunai sebesar Rp 12 juta.

Kapolsek Bojonegoro Kota Kompol M Usman mengatakan, pihaknya berharap jika jika ada warga masyarakat yang merasa kehilangan tas dimaksud, agar menghubungi petugas di Pos Pengamanan Ops Ramadniya yang berada di kawasan dalam Terminal Rajekwesi Bojonegoro, yang berada di Jalan Veteran Bojonegoro, Jawa timur.

“Yang merasa memiliki tas tersebut, silakan menghubungi petugas di Pos Pengamanan Terminal Rajekwesi, dengan membawa bukti identitas diri,” pungkasnya.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si, mengatakan, jika sudah ada seorang wanita yang mengaku sebagai pemilik tas tersebut. Dia melapor ke petugas di Terminal Bungurasih jika tasnya hilang dalam perjalanan dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro ke Terminal Bungurasih.

“Iya mas, sudah ada seorang wanita yang melapor ke petugas di Terminal Bungurasih, jika dirinya kehilangan tas warna hitam. Kalau mau mengurus silahkan datang ke Pos Ops Ramadniya Semeru 2017 yang ada di dalam Terminal Rajekwesi Bojonegoro dengan menunjukkan identitas diri. Tentang mekanismenya, nanti bisa berhubungan langsung dengan petugas di sana,” tegasnya.

Dari data yang layak dipercaya yang berhasil diperoleh rakyatindependen.id menyebutkan, bahwa sudah ada wanita yang mengaku sebagai pemilik tas hitam yang ditemukan di Terminal Rajekwesi itu yaitu seorang mahasiswi yang berinisial RFWB (23), tercatat di identitasnya beralamatkan di wilayah Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Hanya saja, hingga Kamis (29/6/2017) malam, yang mengaku pemilik tas itu, belum datang mengurusnya ke Pos Ops Ramadniya 2017 di dalam Terminal Rajekwesi Bojonegoro itu. **(Kis/Red).

 

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More