Selamat bulan puasa
NasionalFeatured

Profil Dan Biografi Grup Kasidah Nasida Ria Asal  Semarang Manggung Di Jerman

Rakyatnesia.com – Indonesia memang terkenal dengan banyaknya genre musik yang terkenal tidak hanya pop, rock atau dangdut. Ada genre Islami Atau kasidah. Kasidahan merupakan musik yang dipopulerkan oleh grup Nasida Ria asal Semarang. Beberapa lagu milik mereka yang populer di kalangan masyarakat seperti Perdamaian, Pengantin Baru, hingga Jilbab Putih.

Kasidah Nasida Ria memang identik dengan agama Islam karena kebanyakan lirik lagunya mengandung pesan tentang agama mayoritas di Indonesia ini. Selain itu, para personelnya pun selalu tampil dengan busana Muslim dan jilbab.

Namun belakangan ini, viral video saat grup Nasida Ria berhasil go internasional. Mereka bahkan tampil di salah satu panggung musik di Jerman. Berhasil manggung di Jerman, ini perjalanan karier grup Kasidah Nasida Ria.

Grup kasidah Nasida Ria dibentuk pada tahun 1975 oleh HM Zain, seorang guru qiraah di Kota Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, ia meminta 9 siswanya untuk membentuk sebuah grup. Akhirnya dibuatlah grup Nasida Ria yang beranggotakan Mudrikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Umi Kholifah, Musyarofah, Nunung, Alfiyah, Kudriyah dan Nur Ain.

Baca Juga  Denda Tilang Elektronik Tahun 2021 Lalu Capai 639 Miliar

Grup Nasida Ria mengawali karier mereka dengan merilis lagu debut mereka yang berjudul “Alabaladil Makabul” yang terinspirasi dari musik arab. Saat itu, Nasida Ria hanya menggunakan rebana sebagai alat musik pengiring lagu-lagu mereka sampai akhirnya Wali Kota, Iman Soeparto Tjakrajoeda menyumbang alat-alat musik.

nasida ria

Di awal debutnya, Nasida Ria hanya menggunakan bahasa Arab pada lirik-lirik lagunya. Namun setelah mendapat saran dari Kiai Ahmad Buchori Masruri, Nasida Ria akhirnya menampilkan lagu-lagu berbahasa Indonesia.

Beberapa lagu dari Nasida Ria yang cukup populer yakni “Pengantin Baru”, “Tahun 2000”, “Jilbab Putih”, “Anakku” dan “Kota Santri”. Genre musik yang disuguhkan pun berupa musik bergaya Arab klasik yang dipadukan dengan musik modern.

ADVERTISING
amp-fx-flying-carpet height="300px">
ADVERTISING

Namun di tahun 2000-an, grup Nasida Ria ini mengalami beberapa perubahan personel. Hal ini dikarenakan ada beberapa yang memutuskan keluar dan ada juga yang meninggal dunia. Siapa sangka, pada tahun 2022 ini mereka berhasil go internasional. Seperti kita tahu, grup Nasida Ria viral di media sosial karena tampil di acara Documenta Fifteen di Kassel, Jerman pada 18 Juni 2022 lalu.

Profil dan Biodata Grup Nasida Ria Kasidah

Pada Sabtu, 18 Juni 2022 kemarin, Nasida Ria tampil dengan menyanyikan beberapa lagu andalan seperti “Dunia dalam Berita”, “Perdamaian”, “Bila Bom Nuklir Diledakkan”, “Kota Santri” dan masih banyak lainnya. Yuk kenalan dengan simak profil Nasida Ria berikut ini.

Grup kasidah Nasida Ria dibentuk pada tahun 1975 oleh HM Zain, seorang guru qiraah di Kota Semarang, Jawa Tengah. Ia mengumpulkan 9 siswanya untuk menjadi grup dengan anggota Mudrikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Umi Kholifah, Musyarofah, Nunung, Alfiyah, Kudriyah dan Nur Ain.

Ketika awal karier, Nasida Ria hanya menggunakan rebana sebagai alat musik. Hingga kemudian Wali Kota Imam Soeparto Tjakrajoeda menyumbang alat-alat musik. Debut Nasida Ria dalam album berjudul “Alabaladil Makabul” dengan inspirasi dari musik Arab.

Nasida Ria awlnya merilis lagu dengan lirik bahasa Arab. Namun setelah diberi saran oleh Kiai Ahmad Buchori Masruri, Nasida Ria akhirnya menampilkan lagu-lagu berbahasa Indonesia. Beberapa lagu dari Nasida Ria yang cukup populer yakni “Pengantin Baru”, “Tahun 2000”, “Jilbab Putih”, “Anakku” dan “Kota Santri”.

Setelah tahun 2000, grup Nasida Ria mengalami perubahan beberapa anggota karena ada yang sudah keluar dari grup dan ada yang sudah meninggal dunia. Kekinian, Nasida Ria punya 12 personel dengan manajer Choliq Zain, anak dari HM Zain.

Video Nasida Ria Manggung Di jerman

Klik Baca Lebih Lanjut

moch akbar fitrianto

Adalah Seorang penulis berita Teknologi dan juga Olahraga Khususnya Sepak bola dan MotoGP
Back to top button