Portal Berita Bojonegoro Lamongan
Nasional

Luhut ungkap upaya pemerintah kembangkan industri alkes dalam negeri

Luhut ungkap upaya pemerintah kembangkan industri alkes dalam negeri 1

Untuk mendorong industri alat kesehatan dalam negeri, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong investasi, meningkatkan kapasitas. Pemerintah juga akan lebih ketat memantau belanja RS, mewajibkan penggunaan produk dalam negeri ….

Jakarta (rakyatnesia) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengembangkan industri alat kesehatan (alkes) dalam negeri, mulai dari mendorong investasi hingga menerapkan sanksi.”Untuk mendorong industri alat kesehatan dalam negeri, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong investasi, meningkatkan kapasitas. Pemerintah juga akan lebih ketat memantau belanja RS, mewajibkan penggunaan produk dalam negeri melalui pengadaan barang/jasa oleh kementerian/lembaga/pemerintah daerah,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual Upaya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Bidang Alat Kesehatan, Selasa.

Baca Juga  Ade Yasin Bupati Bogor Kena OTT, KPK Sita Uang

Secara rinci, ada tujuh langkah strategis dalam upaya peningkatan ketersediaan pasar untuk produk alkes dalam negeri, yakni mendukung produk dalam negeri melalui belanja barang atau jasa pemerintah; meningkatkan kapasitas produksi alkes dalam negeri; subsidi sertifikasi TKDN melalui dana PEN; memberikan insentif bagi investor alkes dan farmasi; meningkatkan alkes berteknologi tinggi berbasis riset; melakukan kebijakan tenggat waktu untuk pembelian produk impor; serta memprioritaskan penayangan produk dalam negeri di E-Katalog.

Baca Juga  Ade Yasin Bupati Bogor Kena OTT, KPK Sita Uang

Baca juga: Luhut: Produksi alkes dalam negeri bisa hemat hingga Rp300 triliun

Selain langkah-langkah tersebut, pemerintah juga telah mengatur sanksi bagi pembeli dan produsen barang/jasa impor melalui PP Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri.

1 2Next page
Klik Baca Lebih Lanjut
Back to top button