Kapolres Bojonegoro Tinjau Kampung Tangguh Semeru, di 2 Desa Zona Merah

8

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Semua belum tahu secara pasti kapan Pandemi Covid-19 ini berakhir. Namun demikian, sejumlah negara berpacu dan berupaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona yang dikenal sangat cepat penularannya ini.

Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran diawal tugasnya memimpin Polda Jatim telah mencanangkan Program Kampung Tangguh Semeru. Program pencegahan penyebaran Covid-19 itu memperoleh apresiasi dari berbagai kalangan mulai dari Elemen Masyarakat, DPR, Kapolri hingga Presiden RI Ir H Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi itu.

Tak ketinggalan, Polres Bojonegoro juga turut mensukseskan Program Kampung Tangguh Semeru dengan membentuknya di desa-desa yang berada di Zona merah. Termasuk, di 28 Kecamatan yang ada di daerah penghasil Migas (Minyak dan Gas bumi) itu.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrwan, SIK, MH didampangi Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Dani Rinawan, SH melaksanakan peninjuan Kampung Tangguh Semeru di desa yang berkategori zona merah, yakni Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota dan Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Rabu (10/6/2020), sekira pukul 10.00 WIB.

 Dalam peninjauan tersebut, Kapolres Bojonegoro berkenanamelakukan peninjuan tempat atau rungan kesiapan Kampung Tangguh Semeru yang berada di dua desa tersebut.

Kapolres Bojonegoro, dalam sambutannya, bahwa salah satu bukti apresiasi dari masyarakat terkait Kampung Tangguh Semeru adalah respon masyarakat yang secara mandiri di setiap lingkungannya mendirikan Kampung Tangguh Semeru untuk memutus mata rantai Covid-19.

Dalam Kampung Tangguh Semeru ini, adanya perangkat-perangkat seperti TNI-Polri, Pemerintah Desa, Masyarakat dan Relawan mempunyai peran yang besar dalam upaya pencegahan Covid 19. Sehingga setiap ada permasalahan di Kampung Tagguh dikerjakan bersama-sama alias gotong royong, baik Pemerintah Desa, Babinsa-Bhabinkamtibmas dan masyarakat desa setempat.

“Dengan adanya Kampung Tangguh Semeru ini, bisa menyelesaikan permasalahan dengan mandiri. Mulai awal hingga selesai permasalahan diselesaikan dengan gotong royong,” tandas M Budi Hendrawan yang juga Putra Desa Sumbergede, Kepohbaru itu, serius..

Masih menurut AKP M. Budi Hendrawan, menjelaskan adanya Kampung Tangguh Semeru ini juga akan didapatkan edukasi, menyampaikan anjuran Pemerintah serta mendisiplinkan warganya untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat.

Ditambahkan, Kampung Tangguh Semeru berbasis pada problem solving (pemecahan masalah dengan solusi), Kampung Tangguh Semeru merupakan strategi kolaboratif antara TNI Polisi, Pemdes dan masyarakat yang untuk saat ini dalam rangka penanganan Covid -19,tetapi ke depan bisa juga dipersiapkan untuk menghadapi persoalan sosial yang lainnya.

“Dengan adanya kolaborasi TNI Polri, Pemdes dan masyarakat dapat melakukan edukasi Covid-19,” ungkap M. Budi Hendrawan.

Lebih lanjut disampaikan, Kampung Tangguh Semeru ini juga sudah dijadikan role model untuk daerah lain, hingga saat ini Kampung Tangguh Semeru berubah menjadi Kampung Tangguh Nusantara.

**(Sumber: Humas Polres Bojonegoro/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More