Bantu Mbok Tasmi Anggota Polsek Babat Ini, Rela Jual Murai Batu Miliknya

3

Rakyatnesia.com – Masih banyaknya warga kurang beruntung di Lamongan belum mendapatkan perhatian dari dinas Sosial Setempat. Salah satunya adalah Tasmi Sriatun, dari Dusun Sumbergurit, Ke Mantup, Kab Lamongan.

Wanita Tua ini hanya hidup di gubuk tua tanpa penerangan, dia hanya bekerja sebagai pemulung dan pencari kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya.

Dinding anyaman bambu yang sudah rusak parah, tanpa plavon, serta beberapa bagian kayu utamanya juga mulai rapuh.

Dapur menjadi satu dalam rumah berukuran 3 meter x 4 meter tersebut.

“Nggih niki kawentanipun (Ya ini keadaannya, Red),” kata Tasmi saat didatang seorang relawan kemanusiaan, Rendra Hafie.

Tasmi masih bisa bekerja, karena kesehatan masih berpihak padanya.

Paling ringan ia bekerja mencari botol plastik bekas, serta rongsokan-rongsokan ringan lainnya.

Baca juga : Kasus Covid-19 Tertinggi, Surabaya Tak Akan Perpanjang PSBB

Tasmi juga masih mencari kayu bakar yang ia jual ke warga desa setempat.

Keberadaan Tasmi atau yang kerap dipanggil Mbok Untung sejatinya punya seorang anak.

Namun putranya itu tidak hidup bersamanya, karena sudah punya kehidupan sendiri bersama anak menantunya.

Bahkan anaknya bertandang ke rumahnya bisa dihitung dengan jari sejak menikah.

Tasmi kini menjadi banyak perbincangan warga masyarakat. Karena hidup sebatang kara.

Rendra Hafie akhirnya menginformasikan keberadaan Tasmi ke salah satu anggota Polsek Babat, Aipda Purnomo yang ia ketahui sebagai anggota polisi yang sering membantu masyarakat yang susah secara ekonomi.

“Ya, saya sudah mendapati semua data janda miskin itu, ” kata Purnomo kepada SURYA.co.id, Senin (8/6/2020).

Karena keuangan yang dimilikinya sekarang kurang cukup untuk membantu Tasmi, Purnomo memastikan akan menjual burung kesayangannya, Murai Batu yang kala itu ia beli seharga Rp 3, 5 juta.

“Harus lelang burung peliharaan saya, Murai Batu. Uang hasil penjualan akan saya berikan semua untuk Mbok Untung, ” kata Purnomo.

Sebenarnya, dari Yayasan Beramal Ikhlas (Berkhas) yang dipimpinnya, kata Purnomo sudah menyiapkan uang Rp 1, 5 juta.
Namun ia perlu menambah secara pribadi melihat kondisi ekonomi Tasmi yang begitu memprihatinkan.

Baca juga : Lamongan Putuskan Segera Buka Lagi Pariwisata

Purnomo mentargetkan bantuan total Rp 5 juta, Rp 1,5 juta dari Yayasan Berkhas dan Rp 3, 5 juta dari hasil lelang burung.

Uang itu sebagian akan diwujudkan berupa sembako, kasur, karpet dan perabot lainnya.

“Mengingat mbok ini hidup sendirian, kita akan beri uang tunai Rp 1, 5 juta, ” katanya.

Purnomo akan membawa semua bantuan itu pada Selasa (9/6/2020).

“Semoga bisa meringankan beban Mbok Untung,” kata Purnomo.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More