Selamat bulan puasa
Berita Jawa Timur

70 Lebih Calon Pengantin Dibawah Umur DI Lamongan Minta Dispen Nikah

Berita Lamongan – Usia Pernikahan minimum di Indonesia memang ada batasannya, namum bukan berarti menikah dibawah umur yang ditentukan itu tidak boleh. Ada beberapa syarat salah satunya adalah meminta dispensasi menikah di Kawasan Masing – masing.

Puluhan pasangan mengajukan permohonan dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA) Lamongan dalam kurun waktu 2 bulan terakhir. Tercatat, 74 pasangan mengajukan dispensasi karena belum mencukupi batas usia menikah yang ditetapkan pemerintah.
“April ada 59 beban perkara dispensasi kawin. Rinciannya, 45 pengajuan masuk dan 14 pengajuan sisa bulan sebelumnya. Sedangkan untuk bulan Mei, ada 15 beban perkara, terdiri dari 4 pengajuan masuk dan 14 perkara sisa sebelumnya. Totalnya 74,” kata Mazir, Selasa (7/6/2022).

Baca Juga  Unggah Hasil Curian di Facebook, Maling Motor di Gresik ini, Diringkus Polisi

Mazir juga mengungkapkan, usia perempuan yang mengajukan dispensasi nikah rata-rata 17 hingga 18 tahun. Pemohon berasal dari berbagai kecamatan di Lamongan. Seperti Kecamatan Mantup, Babat, Glagah, Modo, Solokuro, Kedungpring, Tikung, Ngimbang dan Sukorame.

“Penyebab pengajuan dispensasi nikah dini ini karena sejumlah faktor, seperti kemiskinan, pergaulan bebas, dan regulasi,” ujarnya.

Menurut Mazir, para pemohon dispensasi nikah di Lamongan memiliki kesadaran hukum agar anak mereka tidak kawin di bawah tangan atau tidak tercatat resmi karena usia yang belum cukup. Namun, pernikahan dini harus dicegah.

“Perlu kerja sama lintas instansi untuk menangani hal ini, kami berharap seluruh pihak bisa mencegah terjadinya pernikahan tanpa melalui KUA atau resmi,” terangnya.

Baca Juga  Jatim Siapkan 1.276 Juru Sembelih Halal, di Hari Raya Idul Adha Tahun ini

Lebih jauh, Mazir memaparkan sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi agar dispensasi nikah bisa diberikan oleh PA. Pertama, waktu pendaftaran pernikahan sampai dengan palaksanaan pernikahan kurang dari 10 hari kerja. Kedua, alasan pengajuan pernikahan dini yang penting atau mendesak.

ADVERTISING
amp-fx-flying-carpet height="300px">
ADVERTISING

Sebab, usia calon mempelai laki-laki dan perempuan minimal 19 tahun, jika kurang dari ketentuan tersebut maka harus mendapat ijin dari orang tuanya dan dispensasi dari pengadilan atau pejabat lain yang ditunjuk orang tua kedua mempelai.

“Pengajuan juga harus disertai surat penolakan dari KUA yang menjelaskan tidak dapat dilangsungkan perkawinan bagi anak yang belum mencapai batas minimal usia pernikahan, yakni 19 tahun,” imbuhnya.

Mazir menjelaskan, pengajuan dilakukan oleh kedua orang tua ke pengadilan. Baik orang tua pihak laki-laki atau orang tua dari pihak perempuan.

“PA untuk yang beragama Islam. Untuk yang nonmuslim mengajukan ke Pengadilan Umum (PN) sesuai dengan wilayah tempat tinggal pemohon,” pungkasnya.

Klik Baca Lebih Lanjut

moch akbar fitrianto

Adalah Seorang penulis berita Teknologi dan juga Olahraga Khususnya Sepak bola dan MotoGP
Back to top button