Carlo Ancelotti Sempat Tolak Tawaran Inter Milan Sebelum Gabung Real Madrid Rakyatnesia

19


rakyatnesia – Carlo Ancelotti bisa saja kembali ke tanah airnya Italia untuk membesut Inter Milan sebelum akhirnya memilih menangani Real Madrid, klub yang sebenarnya membayar lebih murah daripada gaji yang dibayarkan oleh Everton.

Manajer anyar Real Madrid Carlo Ancelotti ternyata sempat ditawari kesempatan untuk melatih juara Serie A Inter Milan, tetapi menolak tawaran itu karena cintanya kepada klub lamanya AC Milan, menurut laporan dari Spanyol.

Juru taktik veteran berusia 61 tahun itu hanya berhasil membawa Everton untuk finish di urutan ke-10 dalam klasemen akhir Premier League, dan menjadi salah satu klub dengan catatan kandang terburuk di liga dengan sembilan kekalahan dari 19 pertandingan, hanya meraih enam kemenangan.

Kendati begitu, Real Madrid masih memilihnya untuk mengambil pekerjaan manajerial yang kosong di Santiago Bernabeu usai kepergian Zinedine Zidane, yang memutuskan mundur dari jabatannya karena merasa kurang mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari pihak klub.

Bagaimanapun, Los Merengues masih memandang tinggi sosok manajer Italia yang berperan besar dalam memberikan mereka gelar La Decima pada tahun 2014 lalu yang lama mereka nantikan, gelar ke-10 yang bahkan menjadi pionir bagi skuad yang memenangi tiga gelar beruntun selanjutnya di era Zinedine Zidane.

Tapi laporan dari surat kabar Spanyol AS menyebutkan bahwa sebelum resmi menjadi bos anyar di Real Madrid, Carlo Ancelotti sempat ditawari jabatan menjadi manajer baru Inter Milan dan menggantikan Antonio Conte yang cabut dari Giuseppe Meazza.

Tetapi laporan di AS mengatakan bahwa juru taktik berusia 61 tahun itu langsung menolak pekerjaan itu karena Inter Milan merupakan rival dari AC Milan, klub yang memberikan kisah tersukses bagi Carlo Ancelotti baik sebagai pemain maupun sebagai manajer.

Memang Carlo Ancelotti telah mulai membuktikan dirinya sebagai gelandang top saat bersama AS Roma dan memenangkan gelar Serie A ditambah empat Coppa Italia, tetapi karirnya benar-benar meningkat ketika ia pindah ke tim AC Milan yang dipimpin oleh pelatih visioner Arrigo Sacchi, termasuk memenangkan dua trofi Piala/Liga Champions dalam dua musim beruntun.

artikel telah terbit di : gilabola.com

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More