Tuntutan Paguyuban Pengendara Dump Truk Bojonegoro, Tak Ada Hasil

0 134

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Paguyuban Pengendara dump truk Kabupaten Bojonegoro, melakukan unjuk rasa ke Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Selasa (31/5/2016).

Kedatangan ratusan pengendara alias sopir dump truk Se-Kabupaten Bojonegoro itu hendak mempertanyakan nasib mereka yang terancam akibat penambangan pasir yang mereka ambil atau dibeli itu. Seperti halnya dengan nasib sopir 12 dump truk saat terjadinya penggerebekan pasir mekanik di bantaran Bengawan Solo yang berada di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, beberapa waktu yang lalu.

“Sopir itu tahunya hanya membeli pasir dan dijual sesuai dengan pesanan yang mereka terima. Setelah dijual, maka mereka mendapat upah ongkos angkut. Dengan tujuan untuk bekerja guna memberikan nafkah pada anak istrinya di rumah. Lantas, kenapa mereka harus ikut terlibat secara hukum dalam kegiatan tambang pasir itu,” kata salah seorang sopir MT (52) warga Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Selasa (31/5/2016).

Ditambahkan MT, bagi sopir dump truk adalah bekerja dengan membeli pasir kemudian diantarkan ke pemesanan. Pengemudi itu tahunya beli pasir, tentang urusan pasir mekanik atau manual, itu mestinya menjadi urusan penambang.

“Tapi, pada kenyataanya, saat operasi penggerebekan, dump truk dibawa Polres termasuk sopir-sopirnya. Ini sebuah perlakuan yang tidak adil terhadap kami. Makanya, kami ingin Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memfasilitasi para penambang untuk urusan ijin sehingga tidak berimbas pada dump truk dan sopirnya,” tegasnya.

Tuntutan Paguyuban Pengendara Dump Truk Bojonegoro

Dalam aksinya, dari ratusan sopir itu diwakili 15 sopir yang berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Seperti dari Sumberrejo diwakili Sunarto, Balen Rujianto, Kapas Ali, Baureno Suparno, Bojonegoro Kota Sigit, Trucuk Basar, Kalitidu M. Sairi, Malo Yasirun, Gayam Sardan, Ngasem Darminto dan beberapa lainya.

15 perwakilan sopir itu kemudian diantar oleh Wakapolres Bojonegoro Kompol Andrian Pramudianto, masuk ke rumah dinas (rumdin) Bupati Bojonegoro untuk membahas usulan aksi dari Paguyuban Pengendara Dump truk Bojonegoro itu.

Bupati Bojonegoro Suyoto sedang ada kegiatan di luar sehingga para sopir itu diterima oleh Asisten II Setkab (Sekretariat Kabupaten) Bojonegoro Setyo Yuliono. Sedangkan, dari pihak Polres Bojonegoro, Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro juga tidak hadir dan diwakili Wakapolres Bojonegoro Kompol Andrian Pramudianto.

Salah satu wakil para pengendara dump truk Bojonegoro yang berasal dari Sumberrejo Sunarto kepada rakyatnesia.com mengatakan, dalam pertemuan itu tidak ada hasil apa-apa alias nihil. Usulan tentang pemberian ijin penambangan mekanik, tidak ada solusi apa-apa. Jika tidak ada ijin, tambang mekanik juga tidak diperbolehkan. Harus ada ijin dari Pemprov Jatim, baru boleh menambang dengan mekanik alias mesin.

Tentang spesifikasi tingginya bak dump truk yang pada aturan 70 centimeter (cm), agar diperbolehkan tingginya bak 1 meter, juga tidak dikabulkan. Katanya, itu sudah peraturan yang harus dilaksanakan.

“Tuntutan kami semua tak ada hasil alias gagal total, karena tidak ada yang memperoleh tanggapan dan tidak ada kebijakan dari Bupti Bojonegoro. Semua mentah dan tidak ada solusi bagi kami sopir dump truk di Bojonegoro ini,” tegas Sunarto.

Usai berdialog di rumdin Bupati yang di wakili Mas Nanang –demikian panggilan akrab Asisten II Setyo Yulionon-, para perwakilan itu, kemudian menyampaikan hasilnya ke para ratusan sopir yang sudah menunggu di Jl. Mas Tumapel depan Pemkab Bojonegoro. Mereka bergantian melakukan penjelasan kepada para sopir, untuk bisa memahami dari hasil pertemun yang digelar dengan bupati itu.

Salah seorang perwakilan sopir dump truk M. Luqman, turut menyampaikan pentingnya pihak eksekutif yaitu Bupati Bojonegoro Suyoto dan dinas yang terkait untuk memberikan solusi terhadap sopir agar tetap bisa bekerja dengan aman dan tenang karena mereka memiliki keluarga yang harus dihidupi.

Pria yang berasal dari Desa Ngraho Kecamatan Gayam itu, saat melakukan orasi juga menghimbau kepada Bupati Bojonegoro Suyoto untuk segera melakukan solusi terhadap nasib tambang pasir di Bojonegoro.

Ratusan sopir itu, kemudian membubarkan diri dengan tertib setelah ada beberapa penjelasan, termasuk akan segera diagendakan rapat lanjutan perwakilan sopir dump truk dengan Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari Bupati, Kapolres, Dandim 0813 dan Kajari Bojonegoro.

“Pertemuan itu, akan diagendakan minggu depan,” pungkasnya. **(Kis/Arif).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More