Berikut Beberapa Bahaya Kutu Kucing Dan Kutu Hewan Peliharaan Lainnya

14

Rakyatnesia.com – waktu lalu Di Sragen ada kasus akibat gigitan kutu kucing menyebabkan seorang balita terkena tumor dan akhirnya meninggal dunia.

Namun ternyata tidak semua kucing memiliki kutu jenis ini, apalagi kucing kucing yang terawat. Bagi para pemilik hewan peliharaan memang perlu mewaspadai keberadaan kutu pada hewan yang dimilikinya.

Selain bisa menghisap darah hewan kutu-kutu ini juga bisa menggigit dan menghisap darah manusia. Dampak yang cepat terlihat adalah adanya gatal – gatal dan gangguan kesehatan lain.

Baca juga : Tumor Akibat Gigitan Kutu Kucing Balita Asal Sragen Ini Meninggal Dunia

Ternyata setiap hewan peliharaan memiliki jenis kutu yang berbeda dan penanganan yang berbeda pula.

Beberapa Jenis Kutu Pada Hewan Peliharaan

Kutu Anjing

Kutu anjing mampu berkembang biak dengan cepat pada hewan peliharaan. Namun, kutu tersebut tidak hanya bisa ditemukan pada anjing atau kucing, melainkan bisa juga berkembang biak di halaman rumah yang tidak bersih.

Saat tergigit kutu anjing, gejala yang biasanya akan muncul adalah benjolan-benjolan merah berukuran kecil. Benjolan ini biasanya memiliki lingkaran merah yang mengelilingi pusat gigitan. Area tubuh yang menjadi lokasi favorit gigitan kutu anjing adalah di bagian kaki atau pergelangan kaki. Selain area tersebut, gigitan kutu juga sering terjadi di pinggang, ketiak, dada, paha, dan lipatan siku. Biasanya, gigitan kutu muncul secara berkelompok sebanyak tiga atau empat yang membentuk garis lurus.

Gigitan kutu anjing bisa menimbulkan rasa gatal yang parah yang berpotensi menyebabkan infeksi, nyeri atau rasa sakit. Biasanya, kondisi tersebut terjadi karena digaruk terus-menerus akibat rasa gatal yang tidak tertahankan. Gigitan kutu juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada orang yang memiliki kulit sensitif. Gejalanya bisa beragam, mulai dari muncul bekas lecet di kulit sampai kesulitan bernapas.

Meski jarang terjadi, tetapi kutu anjing juga bisa menjadi penyebar infeksi cacing pita pada manusia. Penyakit ini dinamakan dipylidiasis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh cacing bernama Dipylidium caninum. Seseorang bisa mengidap penyakit ini bila secara tidak sengaja menelan kutu anjing yang sudah terinfeksi parasit cacing Dipylidium caninum.

Baca juga : Video Kucing Minum Ciu Viral, Pelaku Diburu Dan Diancam Dihukum

Kutu Kucing

Tidak jauh berbeda dari kutu anjing, kutu kucing juga merupakan sejenis parasit yang hinggap di antara bulu-bulu kucing dan hidup dengan mengisap darah kucing. Kutu kucing bisa mengakibatkan gatal pada kucing, sehingga membuat si manis kesayangan akan merasa tidak nyaman, bahkan terluka karena terlalu sering menggaruk tubuhnya. Enggak hanya itu, kucing kesayangan juga berisiko terkena penyakit berbahaya, yaitu parasit darah bila kutu sudah masuk ke dalam tubuh kucing dan merusak sel-sel darah merah kucing.

Enggak hanya berdampak buruk pada kucing itu sendiri, kutu kucing juga bisa menyebabkan dampak yang berbahaya pada manusia bila kutu hinggap di kulit tubuh manusia. Apalagi pada anak-anak. Kutu kucing bisa membuat Si Kecil mengalami rasa gatal yang ekstrim, hingga menimbulkan ruam dan menyebabkan suhu tubuhnya meningkat karena infeksi. Tidak hanya pada anak-anak, kutu kucing tentu juga akan membuat siapa saja yang dihinggapinya merasa tidak nyaman.

Cara Mengatasi Gigitan Kutu Kucing Dan Peliharaan

Bila kondisi gigitan kutu hewan yang kamu alami masih ringan, seperti gatal atau sedikit bentol, kamu bisa menggunakan krim atau obat gatal yang dijual bebas. Namun, bila gigitan kutu hewan menimbulkan rasa gatal yang sangat parah, sebaiknya periksakanlah diri ke dokter. Dokter dapat memberikan obat antihistamin untuk meredakan rasa gatal.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More