Simulasi Kampung Tangguh Digelar di Sukorejo, Tambakrejo, Antisipasi Penyebaran Covid-19

0

BOJONEGORO (RAKYATNESIA) – Masih berlangsungnya Pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, membuat warga di Kota Ledre itu sadar akan pentingnya dalam penanggulangan Virus Corona (Covid-19) sehingga mendirikan Kampung Tangguh.

Hal itu, seperti yang dilakukan oleh Pemerintah desa (Pemdes) Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, bersama warganya dengan didukung oleh Polri dan TNI, guna mendirikan Kampung Tangguh.

Agar masyarakat mengetahui, tentang apa saja mengenai Kampung Tangguh dan bagaimana kinerja mereka dalam penanggulangan atau pecegahan Covid-19, Polsek  Tambakrejo dibantu Koramil Tambakrejo, Puskesmas Tambakrejo, bekerjasama dengan Pemdes Sukorejo menggelar Simulasi Antisipasi penyebaran Covid-19 di Kampung Tangguh tersebut.

“Simulasi bertujuan agar masyarakat mengetahui bagaimana masyarakat bisa menanggulangi  penyebaran Covid 19  termasuk penangananya,” demikian dikatakan, Kapolsek Tambakrejo, Selasa (26/5/2020).

Lanjut Kapolsek, simulasi dimulai dengan penanganan penjagaan desa secara ketat dengan memberlakukan one gate system masuk di desa Sukorejo tersebut. Untuk para pendatang dari luar daerah langsung dilakukan isolasi masndiri di Shelter  yang  sudah disiapkan oleh Pemdes Sukorejo itu.

“Selama menjalani isolasi mandiri di shalter yang berada di Gedung SDN Sukorejo 1 tersebut, biaya hidup termasuk makan tiga kali sehari ditanggung oleh Pemdes setempat. Mereka yang diisolasi juga dilakukan pemeriksaan oleh tim Medis Gugus Covid-19 Kecamatan Tambakrejo,” ungkapnya.

Masih menurut Kapolsek, dalam simulasi Sokrejo Desa Tangguh tersebut, juga telah disiapkan Team Relawan  dalam rangka melakukan antisipasi jika ada warga yang mengalami  terpapar Covid-19, bagaimana cara menanganinya hingga bagaimana jika ada yang meninggal   dunia.

“Tak hanya itu, pihak desa juga telah menyiapkan Lumbung pangan, guna mempersiapkan pangan jika situasi semakin parah sehingga membuat masyarakat tidak kebingungan kemana mereka bisa membeli sembako (Sembilan bahan pokok) tersebut. Itulah perlunya pemerintah Desa menyiapkan Lumbung pangan di Desa Tangguh itu,” katanya menegaskan.

Ditambahkan, dalam Simulasi Kampung Tangguh ini, masyakakat juga terlibat secara langsung dengan  berpura-pura sakit batuk saat mereka baru datang dari daerah lain alias pulang mudik.                      

“Dengan simulasi Kampung tangguh, diharapkan bisa membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar mereka sadar akan tanggung jawab dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dan mengikuti himbauan Pemerintah agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir,” pungkasnya.

Simulasi Kampung Tangguh Digelar di Sukorejo, Tambakrejo, Antisipasi Penyebaran Covid-19 1
Simulasi Kampung Tangguh yang digelar di Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, guna antisipasi penyebaran Covid-19, Selasa (26/5/2020).

Sukardi Kades Sukorejo kepada para awak media mengatakan, bahwa pihakya brharap dengan digelarnya simulasi Kampung Tangguh di desanya itu, warga semakin paham akan pentingnya melakukan pola hidup bersih dan menjaga kesehatan diri serta lingkungan masing-masing.

“Dengan menjadikan Desa Sukorejo ini menjadi Kampung Tangguh Covid-19 ini, persoalan penanganan kesehatan, pangan dan juga informasi dapat berjalan dengan lanar dan semakin membaik. Sehingga, warga bisa terhindar dari wabah Covid-19 ini,” ungkap Sukardi serius.

Sukardi juga menuturkan, bahwa petugas dan relawan yang bertugas di Kampung Tangguh Sukorejo ini, agar bisa menjaga kedisiplinan dan melaksanakan protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran Corona Covid-19.       

Sementara itu, Camat Tambakrejo Hari Kristanto saat ditemui di sela-sela acara Simulasi Kampung Tangguh di Sukorejo mengatakan, bahwa pihaknya dengan instansi terkait juga sudah menyiapkan program kegiatan dalam Kampung Tangguh tersebut.

“Unsur Kesehatan meliputi penerapan kawasan Physical distancing, Pelatihan Penanganan Covid – 19 hingga Pelatihan menjemput Pasien diruang Isolasi, sehingga masyarakat semakin memahami bagaimana mengantisipasi penyebaran Covid-19 itu,” ungkap pria yang sebelumnya menjabat Kabag Umum dan keuangan Setkab Bojonegoro itu.

Lanjut Hari Kristanto, dalam Kampung Tangguh itu setiap aktifitas masyarakat dapat terdata serta terpantau dengan baik sehingga bila ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan mudah akan diketahui. Termasuk dimana tempat tinggalnya dan kemana saja warga tersebut, jika keluar atau aktifitasnya. 

**(Yan/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More