Ngabuburit Ala Kakek Warga Tanggungan, Baureno, Dengan Merawat Tanaman Jagung Miliknya

0 163

Sore itu, mentari sudah mulai tak Nampak, kayaknya dia hendak bersembunyi, sebab sore bakal berganti dengan petang, hingga menuju malam. Namun, di sebuah ladang di timur desa itu, masih tampak seorang kakek yang sudah terlihat tua, masih mengcangkul dan melakukan perawatan pada tanaman jagung miliknya. Ternyata, si kakek tua itu sedang ‘ngabuburit’ dengan cara ‘dangir’ tanaman jagung. Dengan begitu, tanpa terasa saat berbuka puasa telah tiba.

Tubuhnya yang sudah tak tegap lagi, dengan jalan agak membungkuk, si kakek yang sedang merwat tanaman jagungnya, saat disapa langsung datang menghampiri wartawan media online: rakyatindependen.id. Dengan ramah, si kakek menyapa wartawan yang sejatinya sangat kagum dengan kehebatan si kakek tua itu. Pasalnya, di usianya sudah 88 tahun itu, kakek yang memiliiki nama Abu Khoir adalah petani asal Desa Tanggungan, RT 03, RW 01, Kecamatan Baureno itu, masih nampak sehat dan masiih kuat bercocok tanam.

“Usia saya sudah 88 tahun mas. Saat pasukan Nippon (Jepang, maksudnya), saya sudah menginjak usia remaja dan saya tahu betul bagaimana kejadiannya saat itu,” kata Kakek Abu Khoir, mulai bercerita di pinggir ladangnya, kepada rakyatindependen.id, Minggu (28/5/2017).

Ngabuburit Ala Kakek Warga Tanggungan, Baureno, Dengan Merawat Tanaman Jagung Miliknya 1
Ngabuburit ala si kakek Abu Khoir warga Desa Tanggungan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang dimanfaatkan dengan merawat tanaman jagung miliknya yang berada di ladang yang berada di timur desanya,. Minggu (28/5/2017).

Bahkan usai perang kemerdekaan saat itu, dia sudah turut menjadi pendiri sebuah sekolah madrasaha ibtidaiyah sebuah sekolah keagamaan setara dengan sekolah dasar (SD). Itu menunjukkan, memang kakek yang memiliki lahan di timur desa itu terbilang usianya sudah cukup tua dan menurut pengakuanya dia memiliki 17 anak dari 3 istri yang dinikahinya.

Sambil berbincang-bincang santai, si kakek tua itu terlihat bisa sambil beristirahat (ngaso, Jawa red). Maklum, merawat jagung merupakan hobynya sekaligus pekerjaan yang digelutinya sejak muda. Tanaman jagung mili Abu Khoir yang sudah berusia sekitar 25 hari itu, sudah nampak subur dan bisa berkembang dengan cukup bagus.

“Sejak bulan September 2016, di sini belum pernah merasakan panen hingga sekarang. Sebab, panen padi yang mestinya di akhir tahun 2016 itu, ludes diterjang banjir. Makanya, saya berharap mudah-mudahan tanaman jagung ini bisa panen,” katanya pebuh harap.

Mentari semakin tak nampak dan petang hendak datang. Si Kakek akhirnya berpamitan pulang ke rumahnya denga menaiki sepeda pancal yang terlihat sangat tua dan berkarat itu. Ternyata, waktu berbuka puasa sudah dekat, dan si kakek ingin bergegas pulang, kemudian dia mandi dan menanti datangnya adzan magrib, sehingga dia bisa segera berbuka puasa bersama keluarganya. **(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More