Kapolsek Soko Lakukan Mediasi Warga Yang Sedang Demo di Makam Umum Desa Menilo

0 212

TUBAN (Rakyat Independen)- Rencana Pemerintah desa (Pemdes) Desa Menilo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa timur, untuk menjual pohon trembesi (sloben, Jawa red) yang berada di dalam Makam umum desa setempat dan hasilnya bakal dimanfaatkan untuk membangun rumah untuk tempat keranda mayat yang berada di Kompleks makam milik desa setempat. Bahkan, perencanaan itu sudah melalui musyawarah desa dan ada berita acara kegiatannya.

Tapi sayangnya, niat baik ternyata belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik pula. Buktinya, rencana Kepala desa (Kades) Menilo Mastukan untuk melaksanakan penjualan pohon trembesi yang laku Rp 15 juta hingga rencana pembangunan rumah keranda itu, justru dia malah di demo oleh warga setempat.

Kemarahan warga akhirnya dilampiaskan dengan melakukan demo pada hari Jum’at (19/5/2017), di makam desa setempat. Pasalnya, saat penebangan pohon trembesi yang sedang dilakukan oleh pembelinya, membuat puluhan makam di situ rusak termasuk batu nisannya. Kabarnya, untuk mengangkut kayu hasil tebangan itu, truk pengankut dimasukkan ke makam hingga membuat puluhan makam rusak.

Masalah itulah yang kemudia menyulut kemarahan warga, hingga mereka berdemo ke makam desa itu yang hendak menuntut pembelinya memerbaiki makam yang rusak itu. Mereka berdemo dengan tujuan hendak meminta pertanggung jawabannya pembeli pohon trembesi karena dianggap telah membuat kesalahan fatal dengan merusak makam para ahli waris atau nenek moyang mereka.

Kapolsek Soko Lakukan Mediasi Warga Yang Sedang Demo di Makam Umum Desa Menilo 1
Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan,SH, berbincang dengan anggotanya, keala desa Menilo, anggota Koramil Soko, usai melakukan mediasi dengan warga yang berdemo sebab makamnya ahli warisnya rusak dan menuntut untuk segera diperbaiki. Mediasi dilakukan di Makam Islam Desa Menilo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa timur, Jum’at (19/5/2017).

Puluhan warga yang merasa dirugikan dengan rusaknya makam itu, mereka sudah berkumpul di halaman makam, sejak pagi di hari Jum’at (19/5/2017) itu. Warga menunggu hingga jam 11:00 wib, Waidi (55) pembeli pohon trembesi makam itu tak kunjung datang ke makam situ sehingga warga melampiaskan kemarahannya kepada Kepala desa Menilo, untuk segera membenahi makam dengan membenahi dan membangun kembali makam seperti sedia kala.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan maka Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan,SH, bersama anggotanya dan juga Bhabinsa setempat, turut mendampingi kepala desa Menilo Mastukan saat menunggu pembeli pohon trembesi yang diduga telah membuat rusaknya puluhan makam milik ahli waris mereka.

Guna mendinginkan suasana, Kapolsek akhirnya melakukan mediasi antara ahli waris pemilik puluhan makam yang rusak itu dengan kepala desa Menilo karena kemarahan puluhan warga itu sudah memuncak. Sehingga solusinya, Kepala desa Menilo harus mempertanggung jawabkan perbaikan makam tersebut.

“Kami mohon agar masalah ini diselesaikan dengan kepala dingin dan tak memakai emosi karena kita sudah sama-sama dewasa. Kita selesaikan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Karena jika bapak-bapak menyelesaikan masalah dalam kondisi emosi maka kita tak akan bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik,” kata Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan saat melakukan mediasinya.

Ditambahkan, untuk kerusakan makam sebaiknya segera dibersihkan dari ranting dan daun-daun bekas pemotongan pohon trembesi tersebut, kemudian di data tentang makam siapa saja yang mengalami kerusakan di situ. Segera laporkan makam yang rusak kepada kades agar segera diketahui jumlahnya dan segera dibangun lagi makam yang rusak itu.

“Kami mohon bapak-bapak untuk menahan diri sehingga suasana Desa Menilo tetap aman dan kondusif. Semua kerusakan makam akan diperbaiki oleh Baak Kepala desa,” tegasnya. **(Muji/Red),

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More