Krupuk Kelenteng Jajanan Legend Dari Bojonegoro, Sudah Pernah Makan Belum ?

110

Berita Bojonegoro – Jika Ledre menjadi salah satu nama yang terkenal sebagai jajanan atau oleh – oleh khas Bojonegoro, bagaimana denga Kerupuk Bangjo atau lebih akrab disebut dengan krupuk Klenteng.

Kerupuk Kelenteng juga makanan asli Bojonegoro yang banyak dicari masyrakat bahkan ketika pandemi Covid-19. Pabrik kerupuk Bangjo atau yang dikenal kerupuk Klenteng berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 132, Bojonegoro. Tempat tersebut ramai pembeli saat Lebaran.

“Ya ramai pembelinya, dan kita menyadari karena pandemi COVID-19 dan pemerintah melakukan pembatasan dalam mudik kali ini jujur mempengaruhi penurunan transaksi,” jelas Anton, pemilik pabrik kerupuk Bangjo, Minggu (16/5/2021).

Menurutnya, penurunan omzet itu berkisar 20 persen selama pandemi COVID-19. Kerupuk Bangjo yang berwarna warni dijual kepada konsumen dengan berbagai kemasan. Di antaranya 1/2 kg dan 1 kg.

Per kilogramnya dijual dengan harga Rp 27 ribu. Sedangkan yang 1/2 kg harganya Rp 15 ribu.

Kerupuk Klenteng Bojonegoro berdiri sejak 1929. Pemiliknya kala itu yakni pasangan suami istri Tan Tjian Liem dan Oci Hay Nio. Salah seorang konsumen, Puspitasari warga Balen, mengaku sudah bertahun-tahun suka dengan kerupuk tersebut. Sehingga selama Lebaran ini pun, ia menyiapkannya di rumah.

“Iya rasanya khas gurih sejak dulu sering beli di pabriknya. Cocok untuk tambahan makan opor dan oleh-oleh pas Lebaran seperti ini,” ujarnya. (sumber : detik.com)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More